Good nyuuss.... :-)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/415306/44/

Indonesia Incaran Korporasi Global      
Monday, 25 July 2011  
JAKARTA¡V Perkembangan ekonomi Indonesia kian menarik di mata dunia. Sejumlah 
perusahaan global berniat menanamkan modal hingga miliaran dolar di berbagai 
sektor bisnis. 

Peningkatan daya beli masyarakat, komposisi penduduk yang sebagian besar usia 
produktif, dan kondisi makroekonomi yang mendukung membuat korporasi global 
melirik Indonesia sebagai negara tujuan investasi. 

¡¨Makronya cukup mendukung,¡¨ ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal 
(BKPM) Gita Warjawan kepada harian Seputar Indonesia (SINDO) kemarin. 
Berdasarkan catatan SINDO, sejumlah korporasi global berencana menanamkan modal 
dalam jumlah besar di Indonesia. 

Produsen ban terbesar asal Korea Selatan, Hankook, misalnya sedang membangun 
pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dengan nilai investasi USD1,1 miliar. 
Selain Hankook, dari Korea Selatan ada pula Pohang Steel Corporation (Posco) 
yang menggandeng Krakatau Steel untuk membangun pabrik pelat baja dan Lotte 
Group. 

Nama besar lainnya adalah Mitsubishi, Microsoft,dan Google. Staf Khusus Kepala 
BKPM Silmy Karim menuturkan, Indonesia memiliki banyak kelebihan dibandingkan 
negara lain sehingga bisa menarik minat investor asing. 

Kelebihan dimaksud adalah potensi pasar yang menarik akibat besarnya jumlah 
penduduk, situasi makroekonomi yang stabil, dan ukuran ekonomi yang berkembang 
cepat. ¡¨Indonesia juga kaya sumber daya alam. Berbagai faktor itu membuat 
potensi keuntungan berinvestasi di Indonesia sangat besar,¡¨ucapnya. 


Silmy mengatakan, aliran investasi ke Indonesia akan bertambah besar apabila 
dua persoalan,yakni kondisi infrastruktur dan regulasi yang masih tumpang 
tindih, bisa dituntaskan. Sejauh ini dia mengakui kedua masalah ini menghambat 
aliran modal ke Indonesia. 


¡¨Kalau itu bisa diperbaiki, investasi yang masuk akan semakin banyak. Yang 
penting saat ini adalah angka investasi kita menggembirakan. Buktinya, Posco 
dan Hankook merealisasikan investasi di Indonesia,¡¨ujarnya. 


Silmy menambahkan, situasi keamanan yang relatif kondusif turut mendorong 
penanaman modal ke Indonesia. Adapun gonjang-ganjing politik relatif tidak 
berdampak. ¡¨Yang penting Indonesia aman,¡¨ucap Silmy. 


BKPM memproyeksikan investasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) 
bersiap masuk ke Indonesia dalam dua atau tiga tahun mendatang. Komitmen 
investasi itu diketahui saat Indonesia menggelar Forum Ekonomi Dunia Asia Timur 
(World Economic Forum on East Asia) bulan lalu. 


Dalam forum itu, Kepala BKPM mengklaim mendapatkan komitmen serius dari 
pabrikan automotif Nissan, Daihatsu,dan Tata Motor India yang berniat melakukan 
pembangunan pabrik baru di Indonesia. Grup GMR India berniat melirik 
infrastruktur seperti rel kereta api,bandara, dan pembangkit dengan nilai 
investasi sekitar USD5 miliar. 


Dari Korea, ada Grup Lotte yang siap masuk. Demikian pula Grup SK yang berniat 
menanamkan sekitar USD3 miliar¡V5 miliar. Dari AS, P&G dan General Electric 
berniat menanamkan investasi ratusan juta dolar AS. Adapun dari Eropa, ada Grup 
Unilever dan Nestle. 


Sebelumnya,Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, investor melihat 
Indonesia sebagai tempat yang sangat menarik untuk berinvestasi, terutama jika 
dibandingkan dengan China. Demi menjaga kepercayaan investor tersebut, 
pemerintah berjanji terus berupaya memperbaiki peraturan untuk mengurangi 
ekonomi biaya tinggi. 


Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani 
mengatakan, Indonesia memiliki pasar yang luas dan besar.¡¨Dan dari Indonesia, 
investor bisa mendapatkan pasar ASEAN dan China dengan keuntungan dari FTA 
(free trade agreement). Keamanan kita juga stabil,¡¨ katanya. 


Kendati demikian, Franky menegaskan, masalah birokrasi, regulasi,serta kondisi 
infrastruktur masih menghambat investasi masuk ke Indonesia. ¡¨Kita terbelit 
rumitnya regulasi dan birokrasi,¡¨ujarnya. 


Ekonom Universitas Atma Jaya Jakarta,A Prasetyantoko mengatakan, korporasi 
global tertarik menanamkan modal di Indonesia lantaran melihat prospek 
fundamental domestik dalam jangka menengah panjang bagus.Perkembangan ekonomi 
Indonesia ke depan didorong oleh sektor konsumsi yang memang memiliki potensi 
besar. 


¡¨Perusahaan asing yang bergerak pada sektor konsumsi pasti akan lebih tertarik 
lagi untuk berinvestasi di Indonesia.Apalagi kalau kita masuk dalam investment 
grade, posisi ini sangat meyakinkan bagi investor,¡¨paparnya. 


Dia berpandangan, dalam menyongsong aliran investasi global ini, Indonesia 
harus bisa memastikan telah melakukan transformasi demi meningkatkan 
produktivitas ekonomi. Indonesia juga harus meningkatkan daya saing, terutama 
menyangkut infrastruktur dan ketersediaan energi. 


¡¨Secara garis besar, saya sangat optimistis akan lebih banyak lagi perusahaan 
asing yang menaruh investasinya di sini karena pasar kita prospektif, terutama 
sektor konsumsi,¡¨ ujarnya. Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Mudrajad 
Kuncoro mengatakan, tren investasi di Indonesia, khususnya yang berasal dari 
perusahaan besar berskala internasional, bisa berlanjut asalkan pemerintah bisa 
menjaga momentum ekonomi. 


Menurutnya, saat ini di Indonesia masih ada tiga faktor utama yang menghambat 
investasi. Faktor pertama, birokrasi pemerintah yang tidak efisien, kedua, 
masih maraknya pungutan liar,dan terakhir sarana infrastruktur yang tidak 
memadai. Jika tiga faktor penghambat investasi ini diselesaikan, aliran 
investasi ke Indonesia akan lebih besar.


¡¨Namun untuk melakukan perbaikan itu bukanlah hal yang mudah jika tidak 
didukung niat dan keseriusan pemerintah.Ambil contoh,untuk perizinan antara 
daerah dan pusat masih berbeda, ini juga harus dibereskan,¡¨ tuturnya. 
ƒÏƒnsandra karina/bernadette lilia nova/rini harumi /okezone  
  




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke