Biar bisa sama sama CUAN, copetin BUMI, duitnya masukin INDY. Bisa beli INDY GRATISSS hehehe.....
________________________________ From: positif01 <[email protected]> To: Sent: Tuesday, August 2, 2011 11:01 AM Subject: [saham] INDY vs BUMI, yang mana? Re: Indo Earnings Central: Mengapa ASII Dijual - INDY? Menarik untuk membandingkan kedua saham ini, INDY vs. BUMI. Meskipun kontribusi pendapatan dari pertambangan batubara hanya menyumbangkan 46% dari pendapatan konsolidasi INDY, that is fine to compare both stocks. Dalam post kami sebelumnya (lihat post di bawah) kami bandingkan dan tunjukkan 'quick assessment' postur earnings INDY pasca rilis lapkeu INDY 29 Juli lalu, dibandingkan dengan ASII. Overall, short-term dan intermediate, kami pilih INDY dibandingkan BUMI. Poin singkat berikut menjadi catatan menarik membandingkan kedua saham ini: 1. Price dynamics INDY dipengaruhi aktivitas short-selling sejak 22 Juli, sementara BUMI mengalami pressure selling/dumping sungguhan sejak Mei ketika harga mencapai puncak 3650. Short-selling pada INDY akan segera cover sejalan dengan tersentuhnya garis strong support trading range kemarin pada 3650. Sementara, buying surge pada BUMI menimbulkan tanda tanya, arah dan tujuan akhir, yang akan lebih jelas setelah melihat dinamika buy/sell side pada Chart di bawah nanti. 2. INDY telah merilis laporan keuangan dengan proyeksi pertumbuhan revenues/EPS ke depan (lihat post sebelumnya, di bawah). Sebaliknya BUMI menunda rilis laporan keuangan sampai 31 Agustus 2011 (http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1742302/bumi-laporkan-kinerja-sem-i-terakhir-31-agustus). Merujuk kepada praktik rilis earnings grup Bakrie dan logika rilis maka jika rilis positif maka rilis dilakukan dan jika ada kekeliruan akan dilakukan koreksi. Hal ini telah ada preseden oleh grup Bakrie pada tahun 2010 lalu. Mengapa rilis ditundak (lagi?) kali ini? Apakah kemungkinannya rilis negatif, dan khawatir pasar akan bereaksi excessive, meski akan ada koreksi akuntansi yang positif? Atau memang rilis benar-benar negatif? :d 3. INDY akan melakukan aksi korporasi pelepeasan sebagian saham anak perusahaan PTRO pada harga premium yang sudah 285% lebih tinggi sejak harga pembelian Petrosea dari Clough International Singapore Pte. Ltd. 2009 lalu. Sementara, aksi korporasi pada BUMI dan grup Bakrie terkait sudah tuntas. Pertanyaannya, apa yang mendorong 'buying surge' pada BUMI temporary? Technical buying? fundamental buying? Atau lainnya? Jawaban/antisipasi kami ada pada Chart berikut: Chart 1: BUMI volume by price '+' 2011/8/1 positif01 <[email protected]> Mengapa ASII dijual/dilepas setelah merilis laporan keuangan kuartal 2 yang diberi headline positif di media, tetapi flop di mata traders/investors? > > >Sebaliknya, kita akan saksikan respon pasar mulai hari ini terhadap saham >INDY, yang sebelumnya "diserang" oleh short-sellers pra-rilis laporan >keuangan, dan setelah pasar tutup Jumat kemarin, rilis INDY membawa sejumlah >'earnings surprise'. (Lihat Attachment 1). > > >Attachment 1: Earnings Central: ASII/INDY (Q2 only-yoy) > > > > > > >'+'
