Jika para investors/traders bursa saham Cina mendengarkan dan menyimak
baik-baik arahan/indikasi 'tightening policy' Bank Sentral Cina pada awal
tahun 2010 lalu maka selamatlah mereka dari jebakan 'downtrend' price action
saham-saham properti dan bank.

Bagaimana dengan Indonesia memasuki semester ke-2 2011 ini? Bank Indonesia
sudah memulai 'test the water' dengan sounding indikasi 'tightening policy'
tanpa memasuki kebijakan penentuan suku bunga, tetapi langsung masuk kepada
sektor/grup industri yang rentan akan potensi bubble/NPL. Headlines berita
yang sudah masuk pada coverage internasional seperti Reuters meneruskan
pesan Bank Indonesia tersebut dengan rencana pembatasan pinjaman konsumtif
pada grup industri kendaraan bermotor dan properti.

Bank Indonesia secara tidak langsung telah menjadi salah satu analis saham
yang pandangannya akan paling banyak diikuti pelaku pasar. Dan, bottomline
interpretasi relevan dari pesan/rencana Bank Indonesia ini adalah hindari
saham sektor/grup industri otomotif, properti, leasing dan perbankan itu
sendiri memasuki semester ke-2 2011.

Indonesia cbank studies possible limits on property, auto loans

JAKARTA, Aug 2 (Reuters) - Indonesia's central bank might impose rules to
trim rapid loan growth in sectors such as property and autos.

Officials have said they are considering a system under which a bank's
lending to a sector cannot exceed a certain percentage of the value of the
goods being obtained.

The move signals that Bank Indonesia is considering ways to tighten policy
without lifting interest rates to cool an economy seen growing nearly 7
percent this year.

An Indonesian real estate association said a move by the central bank to
contain lending may hurt middle-class buyers who dominate the consumer
property market, as well as the industry. House downpayments now average
only 10-20 percent. If the central bank imposes a higher cap for
downpayment, the industry will stop and banks will be in trouble.

If Bank Indonesia set a cap at 30 percent for auto downpayment, then it will
mean lower vehicle demand, and banks will also reduce funding to leasing
company.

Lengkap:
http://www.reuters.com/article/2011/08/02/indonesia-economy-lending-idUSL3E7J209120110802

'+'

Kirim email ke