sebenarnya bukan kekahwatiran, tapi saya cium bau politis..pgas adalah incaran 
investor asing dari dulu..saya liat pemerintah mau negosiasi ulang kontrak gas 
dengan china yg kita jual di era megawati terlalu murah. Sebelum negosiasi 
ulang 
dilakukan kita harus naikkan harga gas dalam negeri dahulu, krn selama ini 
china 
mengulur negosiasi krn menuding pemerintah kita jual harga gas dalam negeri 
sendiri terlalu murah dibanding harga pemerintah charge ke china, tentu china 
liat ahhh memang lu bisa jual murah kok ya gw keberatan dong kalo harga kontrak 
di nego ulang :)

Kemudian pengusaha keramik, dll yg memakai gas tapi  tidak ada barang krn 
pemerintah terlalu banyak ekspor ke luar negeri, tapi duit ada buat 
beli..sampai2 mereka cari gas ke swasta yg harganya mahal daripada dijual pgas 
tapi no problem krn memang duit ada. Jadi menurut saya memang akan jadi 
dilematis, harga gas dalam negeri naik tentu akan ada efek lainnya, seperti 
harga gas buat busway bakalan naik, subsidi jadi bengkak :)

PGAS semakin diturunin selalu layak dibeli...berapapun di jeblosin market 
selalu 
BUY.

Cintai Produk2 Indonesia --> Kata Markus Halim (maspion) :D

 
DarioAmran




________________________________
Dari: Jumper <[email protected]>
Kepada: [email protected]; [email protected]
Terkirim: Sab, 6 Agustus, 2011 07:53:57
Judul: [saham] Valuasi PGAS

   
Tekanan sell terus menerus selama 3 hari menjadikan harga PGAS jumat ditutup 
pada harga 3.175 (turun -26%). Kekhawatiran atas sikap regulator untuk 
"memaksa" 
PGAS menurunkan marginnya dari harga beli vs harga jual, diindikasikan sbg 
kekhawatiran yg "terlalu dini".

Kalau mengutip beberapa valuasi harga PGAS, beberapa finance institution saat 
revaluation valuasi harga PGAS : pada harga 5000,  harga 4800 dan juga 4700.

Dengan berbagai rumor tsb + Q3 PGAS yg belum release, berapakah harga valuasi 
"real PGAS" ?

- Jumper -
 

Kirim email ke