Bisa dikatakan, mayoritas chart saham bursa dunia, termasuk bursa Indonesia,
on technical sudah mengeluarkan 'alert' sell, bahkan mayoritas dari
mayoritas tersebut sudah dalam posisi exit beberapa hari sebelumnya.

Oleh karena itu, satu-satunya cara bagi para 'market technicians' saat ini
adalah memantau pola penurunan. Day traders-pun tidak ada pengecualian, satu
dua yang masih aktif di market dengan horizon intraday yang semakin sempit
pun akan segera hengkang. Lantas apa yang akan muncul?

Market technician atau para spesialis TA akan/sudah keluar, yang masuk saat
ini adalah "ahli nujum" yang masih mengatakan 'buy on weakness' besok. Kami
pun sangat confident akan 'buy on weakness' tapi pastinya tidak sesegera
besok atau lusa atau in very near term untuk membuka open positions baru.

Karena perangkat TA sudah tidak bisa lagi dipergunakan untuk menavigasikan
'buy time' di pasar, maka bahasa ahli nujum yang akan dikerahkan.
Ciri-cirinya yang utama adalah average down dan mengeliminir resiko dengan
mengatakan dananya limitless atau tanpa batas.

Saran kami, jangan gunakan ilmu nujum apalagi ilmu sihir dalam bertransaksi
saham. Gunakan landasan keilmuan yang probabilitas pendekatannya terukur.
Ilmu nujum apalagi ilmu sihir tidak dapat memberikan rekomendasi baik beli,
hold ataupun jual. :d

'+'

Kirim email ke