ya begitulah pak michael siklusnya.retail selalu terlambat. sudah naik baru 
beritanya muncul belakangan. yg penting kondisi psikologis jgn tergoda saja. 
percaya sama diri sendiri. 


________________________________
Dari: Mikail <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Dikirim: Senin, 25 Juli 2011 12:26
Judul: [saham] Mengapa anda begitu takut dengan jatuhnya harga saham?


  
http://mikailogy.wordpress.com/2011/07/25/mengapa-anda-begitu-takut-dengan-jatuhnya-harga-saham/

Memang lucu memperhatikan perilaku trader saat indeks memerah, banyak yang asal 
jual dan beli saja, tidak percaya pada hasil analisis sendiri. Baru dengar 
berita miring sedikit, sudah cut loss, lalu langsung switch ke saham lain yang 
keliatan tiba-tiba melonjak. Padahal entrinya sudah telat, ketika orang-orang 
sudah masuk di pre-opening, dia baru masuk. Hehe. Ini tidak terjadi hanya pada 
satu atau dua orang saja, ratusan, ribuan bahkan puluhan ribu orang ;). Dapat 
dimaklumi, karena ada perbedaan persepsi dan action timing nya, antara kapan 
dia membaca suatu informasi (dalam hal ini berita & rumor), memprosesnya, dan 
memutuskan untuk mengambil suatu posisi (beli, jual, hold, stop). Para trend 
followers inilah yang sebenarnya menjadi komoditas di pasar. Mereka menjadi 
target, yet, juga mesin bagi tren dan siklus hidup suatu saham. They're the 
common people, driven by themselves or with the forces (market makers).

Jadi, apakah anda termasuk komoditas, atau independent tiny exceptional little 
forces that matter?
Well, you know yourselves better then me :)

 

Kirim email ke