Coba di cermati. berita ini: 07 Agustus 2011:
Source: http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/34444-bappenas-waspadai-capita-inflow-di -sektor-properti JAKARTA: Pemerintah diminta mencermati capital inflow ke sektor non produktif-yang dalam hal ini properti-menyusul besarnya aliran modal masuk ke negara-negara Asia lantaran belum membaiknya perekonomian di Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Bambang Prijambodo,Direktur Perencanaan Ekonomi Makro Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, menuturkan modal akan terus memenuhi pasar finansial di kawasan Asia, kendati pekan lalu modal tersebut sempat keluar. Masuknya ke sektor non-produktif akan berpotensi menyebabkan penggelembungan ekonomi. "Jika aliran modal yang masuk sedemikian besar, hal itu akan masuk ke sektor non-produktif yang salah satunya adalah sektor properti. Risiko ini memang ada, akan tetapi untuk saat ini belum mengkhawatirkan," ujarnya kemarin. Bambang menuturkan Amerika Serikat masih dihadapkan pada lambatnya upaya mengatasi pengangguran, yang berdampak pada perekonomian negara tersebut. Meskipun, pemerintah dan parlemen negara ini menyetujui untuk menaikkan batas utang. Sementara itu di Eropa, kawasan tersebut masih dibayang-bayangi oleh gagal bayar utang sejumlah negara. Selain Yunani, ada beberapa negara yang potensial terseret masalah gagal bayar utang ini. "Yang jelas, ada masalah kepercayaan para pemodal terhadap erekonomian negara-negara maju, Amerika Serikat maupun Eropa, sehingga hal itu mendorong aliran dana masuk ke Indonesia," lanjutnya. Dia mengungkapkan saat ini kenaikan harga properti masih dalam koridor wajar, akan tetapi harus terus dicermati berbagai potensi yang ada. "Hal ini karena besarnya aliran modal yang masuk, di samping juga daya beli masyarakat yang memang juga tinggi," ungkap Bambang. (sut)
