At times of crisis, central bankers generally believe that it is prudent to 
obey the admonition that mothers over the centuries have passed on to their 
children: "if you can't say anything nice, don't say anything at all." It 
avoids the recurring dilemma that confronts financial official dealing with a 
panic--they can be honest in their public statements and thereby feed the 
frenzy or they can try to reassuring, which usually entails resorting to 
outright untruth. --cited from Lords of Finance by Liaquat Ahamed

Pada Sab, 06 Agt 2011 22:45 ICT positif01 menulis:

>http://kesehatan.kompas.com/read/2008/09/11/0741204/Investor.Jangan.Panik
>
>Kamis, 11 September 2008 | 07:41 WIB
>
>JAKARTA, KAMIS - Indeks Harga Saham Gabungan kembali mengalami koreksi tajam
>menyusul kuatnya sentimen negatif investor terhadap pelemahan harga
>komoditas. Bursa Efek Indonesia mengimbau investor tidak panik karena
>kondisi fundamental emiten dan perekonomian Indonesia sebenarnya cukup baik.
>Pada penutupan perdagangan Rabu (10/9), IHSG kembali anjlok sebesar 73,70
>poin atau turun 3,76 persen menjadi 1.885,04. Ini merupakan IHSG terendah
>sejak tanggal 2 April 2007 yang tercatat sebesar 1.849,38. Penurunan IHSG
>kemarin hampir menyamai penurunan IHSG Selasa lalu sebesar 79,24 (3,89
>persen). Dengan demikian, dalam dua hari terakhir, IHSG telah terkoreksi
>7,65 persen.
>Menanggapi kondisi ini, Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengimbau
>investor dan pelaku pasar modal Indonesia agar tidak panik. Menurutnya,
>penurunan indeks pada hari Selasa dan Rabu lalu tidak hanya terjadi di
>Indonesia, tetapi juga di bursa regional dan global.
>
>Erry mengakui, koreksi terhadap IHSG selama dua hari itu jauh melebihi
>koreksi yang terjadi pada indeks bursa regional dan global. Hal itu lebih
>karena investor pasar modal Indonesia terlalu panik menyikapi turunnya harga
>komoditas, di samping banyaknya investor yang harus melakukan margin call.
>Margin call adalah situasi saat seorang investor harus menjual saham yang
>dimilikinya agar dapat mengembalikan pinjaman dana yang diberikan perusahaan
>sekuritas.
>Menurut Erry, penurunan harga minyak dan crude palm oil (CPO) di pasar
>internasional sebenarnya tidak perlu disikapi investor secara berlebihan.
>Penurunan harga kedua produk itu justru akan berdampak positif pada
>penguatan ekonomi regional dan global, termasuk Indonesia. Pelaku pasar
>modal juga seharusnya bisa melihat bahwa kondisi fundamental perekonomian
>Indonesia dan emiten-emiten di BEI cukup baik.
>Saran untuk tidak bersikap panik juga disampaikan pengamat pasar modal,
>Felix Sindhunata. Felix menyarankan agar investor mulai membangun perspektif
>investasi jangka panjang, bukan jangka pendek yang cenderung spekulatif.
>”Produk-produk pasar modal memang untuk investasi jangka panjang. Investor
>yang spekulatif sebaiknya mulai bermain jangka panjang, jangan sampai
>terjebak dan kemudian hanyut dengan kondisi bursa yang sedang sangat
>berfluktuasi,” katanya.



------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke