Selalau ada kemudahan dibalik kesulitan. Kesimpulannya, tsunami finansial di US sebetulnya merupakan good time to buy bagi kita. Tinggal kita mau masuk kapan. Masuk sekarang atau nunggu lebih obral lagi. Maklumlah sifat manusia. Sudah dikasih murah masih saja usaha biar bisa lebih murah lagi, wkwkwk
Satrio Utomo Semua Saham Sudah Murah Satrio Utomo - inilah.com Oleh: Ahmad Munjin Pasar Modal - Selasa, 9 Agustus 2011 | 03:15 WIB INILAH.COM, Jakarta Semua saham dinilai sudah murah sehingga layak diakumulasi kembali. Hanya saja, pasar belum tahu hingga level berapa peluang anjloknya bursa Dow Jones yang menjadi ancaman bagi IHSG. Head of Research Division PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, murahnya valuasi saham tergambar dari penurunanPrice to Earnings Ratio (PER) Indeks Harga Saham Gabungan IHSG ^JKSE ke level 14,6 kali. Dalam situasi ini, merupakan saat tepat untuk kembali melakukan pembelian berbagai saham. Hanya saja, pasar belum tahu, hingga level berapa bursa Dow Jones akan terus turun sehingga menghantui investor yang akan masuk ke bursa. "Tapi, saya percaya, target IHSG 5.000 tahun depan bisa tercapai," katanya kepada INILAH.COM. Berikut ini wawancara lengkapnya. Setelah IHSG anjlok dua hari terakhir, saham apa saja yang paling menarik saat ini? Semua saham sudah murah sehinga menarik bagi pelaku pasar. Apalagi, PER IHSG yang sudah berada di bawah level 15 kali (tepatnya di level 14,6 kali) dari level 17 kali. Penurunan PER itu menjadi kesempatan beli yang bagus. Lantas, apa masalahnya? Yang jelas, bursa AS dalam dua pekan terakhir sudah turun banyak, 13% dari posisi puncaknya. Karena itu, jika down grade AS memicu koreksi lebih lanjut seharusnya terbatas. Tapi, pada intinya, masih ada potensi pelemahan. Namun, potensi penurunan tersebut sudah terbatas ke level 10.500 hingga 11.000. Jadi, jika turun, potensi pelemahan Dow Jones tinggal 5% lagi. IHSG sendiri bagaimana? IHSG kemarin, ditutup di level 3.850 dengan level terlemah 3.714. Jadi, support IHSG memang di level 3.850. Jika ditembus ke bawah, support berikutnya di level 3.700-3.750. Kemarin, support tersebut masih bisa bertahan. Karena itu, masih ada harapan, level 3.700-3.750 merupakan support yang kuat. Tapi, jika ternyata masih terus turun, level buttom IHSG di level 3.550. Jadi, IHSG dalam tren turun yang agak gawat. Hanya saja, saat ini orang disadarkan bahwa, harga saham sudah murah. Lalu, saham apa yang paling murah saat ini? Satu-satunya saham yang sudah reversal naik adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGAS). Tapi, potensi kenaikannya hanya ditargetkan ke level resistance Rp3.500. Sedangkan support PGAS di level Rp2.750. Artinya, jika PGAS masih turun, di level 3.000-2.750 masih oke untuk masuk. Tapi, jika pasar ingin mengambil posisi spekulatif, potensi kenaikan PGAS ke level Rp3.500. Dilihat dari posisi candlestick-nya, PGAS sudah mulai bagus. Kalaupun Selasa (9/8) ini turun, di bawah Rp3.000 layak beli. Bagaimana dengan saham lain? Begitu juga dengan PT Astra Internasional (ASII) yang memiliki gap di level Rp64.250 hingga Rp64.800 yang merupakan support yang kuat kemarin. Karena itu, beli saham ASII di level-level tersebut sangat oke. Saham pilihan lainnya? Untuk saham berkapitalisasi besar saya suka PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Gudang Garam (GGRM), PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Central Asia (BBCA). Sedangkan saham secondliner, PT United Tractors (UNTR), PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Indo Tambang Raya (ITMG). Untuk saham lapis ketiga direkomendasikan PT Mitra Adiperkasa (MAPI), PT Gajah Tunggal (GJTL) dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Apa rekomendasi Anda untuk semua saham tersebut? Jika masih mengalami penurunan, saya rekomendasikan akumulasi beli saham-saham tersebut. Saya percaya, target IHSG 5.000 tahun depan bisa tercapai. [mdr[ Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi disini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
