Indeks-indeks saham utama AS reli tajam menjelang penutupan perdagangan
Selasa, bersamaan dengan sedikit meredanya gelombang jual. Namun demikian,
pasar saham AS masih tetap berada dalam volatilitas tinggi.

Volatilitas positif saham/indeks justru terjadi setelah reaksi negatif
diberikan terhadap Policy Statement FOMC/Bank Sentral AS, meski pelaku pasar
mengantisipasi positif Policy Statement FOMC jelang pembukaan perdagangan
melalui peningkatan futures indeks saham. Statement FOMC yang dibuka dengan
mempertahankan Fed Funds Rate maksimal 0.25% direspon pasar intraday secara
negatif. Rilis lebih lanjut tentang indikasi tenggat waktu dipertahankannya
kebijakan suku bunga rendah hingga pertengahan 2013 tampaknya dicerna ulang
oleh pelaku pasar yang memanfaatkan volatilitas tinggi untuk melakukan aksi
beli. Penyebutan tenggat waktu itu sendiri mendapatkan 'dissenting opinion'
atau penolakan dari 3 anggota dewan Bank Sentral AS.

Namun demikian, dengan dinyatakannya tenggat waktu kebijakan suku bunga
rendah tersebut di sisi lain justru menguatkan sinyalemen bahwa kondisi
perekonomian AS hingga sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun ke depan akan berada
dalam penekanan. Beberapa analis setelah volatilitas penutupan pasar
menyatakan kewaspadaan terhadap bulan-bulan mendatang khususnya terkait
dengan berlanjutnya tingkat pengangguran yang tinggi. Dan, Policy Statement
FOMC justru menguatkan kondisi ini ke depan.

Sementara pasar asia dibuka pagi ini menguat sebagai antisipasi atas
volatilitas penutupan bursa AS malam tadi. Namun demikian, penguatan yang
terjadi tidak sebesar yang diperkirakan setelah volatilitas tinggi pada
bursa AS.

Mid-term/long term traders/investors disarankan untuk memperhatikan
pergerakan harga emas sebagai instrumen flight-to-safety. Stabilnya kenaikan
harga emas mengindikasikan level kekhawatiran pelaku pasar tidak sepenuhnya
surut. Terhadap volatilitas yang akan dihadapi pada hari ini, proceed with
caution harus dijalankan, bahkan oleh para short-term traders/speculators,
mengingat tingginya volatilitas positif pada pembukaan atau sesi awal bursa
tidak hanya sudah diantisipasi oleh para  buyers, tetapi juga sellers yang
akan memanfaatkan momen sell on strength atas keyakinan downtrend
perekonomian global ke depan.

Indeks mutual funds AS juga masih dalam posisi downtrend dan tidak mengalami
reversal malam tadi sebagaimana indeks saham. Kondisi ini menunjukkan bahwa
portofolio/holding mutual funds berada pada saham-saham yang mengalami
selling pressure berat.

Mid-term investors akan masuk setelah ada konfirmasi 'follow-through day'
dalam 4-8 hari ke depan setelah dimulainya reli. Status saat ini bursa AS
dan Indonesia, masih tetap 'market in correction.

'+'

Kirim email ke