Kalo gitu kita udah bisa meluaskan ekspor penduduk ke eropa pak. Selama ini 
cuma ke Malaysia dan arab. Kan lumayan ngurangin kerjaan pemerintah yang sibuk 
mikirin diri sendiri. Hehehe
Just kidding
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "caknoval" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 12 Aug 2011 08:28:46 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Drucker: "Bunuh Diri Massal" Penyebab Mundurnya Perekonomian 
Bangsa Barat

Pada tahun 1997, mahaguru manajemen, Peter F. Drucker, pernah
menyatakan bahwa negara-negara maju sedang dalam proses melakukan
bunuh diri kolektif (in the process of commiting collective
suicide). Apa pasal? Dalam artikelnya yang berjudul "The Future That
Has Already Happened" (Harvard Business Review, September-October
1997), Drucker menulis, bahwa masalah yang sedang dihadapi bukanlah
overpopulation, sebagaimana yang telah dikhawatirkan selama 40 tahun
terakhir, melainkan adalah underpopulation, yang melanda negara-
negara maju.
Menurutnya, penduduk di negara maju tidak punya cukup keturunan
untuk melestarikan populasi mereka (its citizens are not having
enough babies to reproduce themselves). Penyebabnya adalah penduduk
muda usianya tidak lagi mampu menanggung beban dengan meningkatnya
populasi penduduk usia tua yang tidak lagi bekerja. Maka para kaum
muda itu mengimbanginya dengan memotong ujung usia yang lain:
mempunyai sedikit anak atau tidak punya anak sekali.
Hanya di Amerika, angka kelahirannya (waktu itu, 1997) sebesar 2,4
per wanita, dan masih dikatakan cukup untuk menjaga keberlangsungan
populasi saat itu. Tapi itu pun karena dibantu dengan tingkat
kelahiran kaum imigran di Amerika. Kalau tingkat kelahiran penduduk
aslinya sendiri (tentu yang dimaksud bukan suku Indian, melainkan
bule asli amerika. Kalau suku Indiannya sendiri sudah lama jadi
mahluk langka) jauh di bawah tingkat kelahiran secara keseluruhan.
Di Eropa-Yunani, Italy, Portugal, Spanyol, tingkat kelahiran cuma 1
per wanita. Di Jerman dan Jepang, tingkat kelahirannya 1,5 per
wanita. Dan secara keseluruhan di negara2 tsb, angka kelahiran terus
mengalami penurunan (declining).
Prediksi resmi dari uni eropa, populasi penduduk di Italy akan
menurun dari 60 juta saat itu, menjadi 40 juta dalam 50 tahun ke
depan, dan akan di bawah 20 juta dalam satu abad ke depan. Di Jepang,
populasi menurun dari 125 juta menjadi 55 juta hanya dalam abad 21
saja.
Penurunan populasi tsb akan berdampak serius pada masyarakat dan
perekonomian, begitu kata Drucker. Tentunya karena SDM merupakan
pendukung utama jalannya kehidupan sosial-kemasyarakatan dan
perekonomian.
Di akhir tulisannya, Drucker memprovokasi: Predictions? Not at all.
Those are solely the reasonable implications for a future that has
already happened!


Kirim email ke