Sejumlah pelaku pasar yang penuh harapan dan sedang menanti kabar baik,
menunjuk kepada peningkatan 'insider buying' sebagai pertanda market akan
segera berbalik arah. Argumentasinya: "Nobody knows a company better than
the people running it." Apakah benar sesederhana itu, dan selalu konsisten?

Insider buying bukanlah indikator yang sempurna. Insider, khususnya
manajemen emiten, juga manusia, yang tidak terlepas dari faktor emosional
dalam pengambilan kebijakan. Fakta sekaligus data menarik yang dikumpulkan
oleh Bloomberg dan InsiderScore, di antaranya, adalah:

- Insider ramai-ramai melepas saham emiten mereka pada Agustus 2009, yang
kemudian diketahui bahwa pada saat itu indeks S&P500 masih sedikit bergerak
maju dari pergerakan masifnya hingga 2011. Seandainya insider 'tahu'
sebagaimana mereka mengetahui isi fundamental perusahaan yang  mereka
kelola, mereka tidak akan lepas saham mereka terlalu awal;

- Yang luar biasa adalah referensi kepada technology bubble di US 1998-awal
2000. Hampir tidak ada insider emiten teknologi yang melepas sahamnya karena
mereka pun begitu optimis sebagaimana pelaku pasar lainnya saat itu. Dan,
kini cerita technology bubble tersebut menjadi salah satu legenda terjun
bebas pasar saham yang selalu menemani krisis finansial 2008.

Pelaku pasar yang khawatir, secara psikologis dipengaruhi momen krisis
finansial global 2008 yang belum lama berlalu. Bagi yang optimis,
mengatakan, belum tentu sejarah berulang. Sebaliknya, pelaku pasar yang
optimis, termasuk di antaranya para insider, beramai-ramai masuk, juga
karena secara psikologis dipengaruhi rebound-nya pasar pasca krisis
finansial yang sama. Pertanyaannya, mengapa yakin sejarah akan berulang? :d
Tentu pola naik dan turun pasti berulang, tetapi keyakinan berapa lama hal
tersebut akan berlangsung?

Terlepas dari fakta tentang insider buying, komentar dari Cramer salah satu
US stock picker andalan CNBC mengatakan:

Finally, there was massive insider buying. Insiders can't trade. They have
to invest, meaning they have to wait at least six months before they sell,
so they don't buy unless they have some longer-term visibility into the
company's future. (http://groups.yahoo.com/group/saham/message/129994)

Jangan lupa, pada tahun 2008, insider buying juga ramai masuk pada bulan
Januari dan November 2008, bahkan Warren Buffet sampai menulis "Buy
American. I am" di NY Post pada 16 Oktober. Sekarang, melihat ke belakang,
jika mereka tahu, mereka tidak akan masuk/berkomentar sebelum Maret/April
2009.

'+'

Kirim email ke