Mau baca email nya cuanesia eh malah jadi kebaca email pesuruh yang itu :d
Padahal yg itu sudah di filter...:d

Repot nih mosok nanti jadinya hampir setiap email musti di filter :d


sent with love®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 18 Aug 2011 01:47:09 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] 15-08-2008: Pidato Presiden RI (Seperti Apa Gerangan?)

Nyari2 aja ini sih..disama2in aja..sy cuman pegang 1 saham (lg nyangkut), dan 
itu cuman bagian kecil dr dana trading sy, jd sy netral dlm melihat kondisi yg 
ada, tp meskipun begitu kl melihat postingan yg berusaha menggiring ke opini 
tertentu..rada sebel juga :) 
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 18 Aug 2011 08:31:43 
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] 15-08-2008: Pidato Presiden RI (Seperti Apa Gerangan?)

Presiden RI belum lama usai menyampaikan pidato kenegaraan tahunan di
hadapan DPR/DPD pada 16 Agustus 2011, yang merupakan konvensi pidato R-APBN
untuk 2012. Presiden RI periode lalu, Megawati, meminta Presiden SBY untuk
mewaspadai perkembangan perekonomian global (
http://finance.detik.com/read/2011/08/17/121242/1705319/4/mega-ingatkan-sby-waspadai-perkembangan-ekonomi-global?nhl),
sementara Wapres RI periode sebelumnya, Jusuf Kalla, menanggapi bahwa sudah
sepatutnya Presiden SBY optimis (
http://www.detiknews.com/read/2011/08/17/131415/1705349/10/jk-sudah-seharusnya-pidato-sby-bernada-optimis
).

Yang menarik rasa ingin tahu sebagai kilas balik 2008 ketika krisis
finansial global, dan perkembangan kondisi perekonomian global yang kini
juga semakin tidak menentu, apa yang sudah dinyatakan oleh Presiden RI kala
itu tentang krisis ekonomi. Kebetulan Presiden-nya juga sama. Sebagai
catatan kecil, 15 Agustus 2008 bertepatan dengan 1 bulan (15 September 2008)
sebelum Lehman Brothers Holdings Incorporated resmi mengajukan proteksi
kepailitan (bangkrut) yang selanjutnya menjadi penanda sejarah penting
krisis finansial global (
http://www.sec.gov/Archives/edgar/data/806085/000110465908059632/a08-22764_4ex99d1.htm).
Dua hari kemudian (17 September 2008), SEC (Bapepam AS) mengumumkan larangan
darurat sementara yang menghentikan praktik 'short-selling' terhadap semua
saham dalam sektor finansial (
http://www.sec.gov/news/press/2008/2008-204.htm).

Dan, fakta kunci krisis finansial global 2008 apa yang mendahului pidato
Presiden RI pada 16 Agustus 2008?

- 17 Pebruari 2008: Bank Northern Rock diambil alih oleh Pemerintah Inggris
(
http://webarchive.nationalarchives.gov.uk/+/http://www.hm-treasury.gov.uk/press_16_08.htm
);
- 24 Maret 2008: Bank Sentral AS Cabang New York menyetujui penyediaan 'term
financing' untuk memfasilitasi rencana akuisisi The Bear Stearns Companies
Inc. oleh JP Morgan Chase & Co. (
http://timeline.stlouisfed.org/index.cfm?p=timeline);
- 05 Juni 2008: Bank Sentral AS menyetujui pemberitahuan Bank of America
untuk mengambil alih Countrywide Financial Corporation (
http://www.federalreserve.gov/newsevents/press/orders/20080605a.htm);
- 15 Juni 2008: SEC (Bapepam AS) mengumumkan larangan darurat sementara yang
menghentikan praktik 'short-selling' terhadap Fannie Mae, Freddie Mac, dan
'primary dealers' pada lembaga perbankan komersial dan investasi (
http://www.sec.gov/news/press/2008/2008-143.htm).

Dan, berikut pernyataan menarik dalam pidato Presiden RI 15 Agustus 2008
tentang perkembangan krisis finansial global (
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=2518&Itemid=26
):

*- Dari kondisi yang terpuruk 10 tahun yang lalu, Indonesia kini telah
berubah menjadi bangsa yang dinamis dan penuh harapan. Kita sudah pulih dari
krisis moneter yang dulu melumpuhkan Indonesia.*
*
*
*- Bahkan pada Semester I Tahun 2008 ini, kita tetap bisa menjaga momentum
perekonomian kita dengan tingkat pertumbuhan mencapai 6,4 persen. Ini
merupakan laju pertumbuhan tertinggi setelah krisis ekonomi tahun 1998.*
*
*
*- Terus terang tahun 2008 ini adalah tahun yang sulit dan sarat dengan
tantangan. Harga minyak dunia mencapai titik tertinggi dalam sejarah. Harga
pangan di berbagai penjuru dunia melonjak drastis. Ekonomi dunia terancam
resesi. Bank Dunia memprediksi bahwa situasi energi dan pangan ini
berpotensi memicu krisis sosial, ekonomi dan politik di 33 negara, dan
mengakibatkan 100 juta orang di seluruh dunia kembali jatuh di bawah garis
kemiskinan.*
*
*
*
- Dalam suasana krisis pangan global ini, kita harus memperkuat stok pangan
nasional kita. Pemerintah telah menetapkan bahwa stok beras nasional
ditingkatkan hingga mencapai 3 juta ton, dari sebelumnya hanya 1 juta ton.
Barulah setelah itu, kita berbicara tentang kemungkinan ekspor beras.

- Yang penting, dalam kondisi yang sulit, kita harus menghindari sikap
saling menyalahkan, saling menyerang dan saling menjatuhkan. Sebaliknya,
kita justru harus tetap optimis, terus bekerja-sama, bahu membahu untuk
mengubah krisis menjadi peluang, demi kebaikan rakyat Indonesia.

*
*- Insya Allah, dalam waktu dekat, laju pertumbuhan ekonomi kita akan
kembali pada prestasi yang pernah kita alami selama 30 tahun sebelum krisis
ekonomi.*
*
*
*- Saya sungguh yakin bahwa setiap masalah, setiap krisis, betapapun
beratnya, selalu mengandung benih-benih peluang dan selalu ada jalan
keluarnya.*
*
*
16 Agustus 2011*:*
*
*
*Di tengah perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian itu,
ekonomi kita tahun ini diperkirakan  tumbuh 6,5 persen. Pertumbuhan ekonomi
tahun ini—yang merupakan pertumbuhan tertinggi setelah krisis 1998—didukung
oleh investasi, ekspor, dan konsumsi masyarakat.*
*(
http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=5726&Itemid=26
)*
*
*
'+'

Kirim email ke