Mirip judul lagu dari penyanyi kondang lokal Indonesia. Demikianlah judul
cerita pada perdagangan bursa saham Indonesia hari ini.

Dalam beberap kesempatan pada beberapa forum milis, akhir-akhir ini kerap
kali muncul peristilahan "keledai".

Banyak yang bertanya dan bergumam, apakah para "keledai worry-be" sudah pada
keluar kandang hari ini setelah hanya bisa menyaksikan para domba-domba
bergembira lepas menikmati sajian padang rumput di bawah penjagaan
banteng-banteng tangguh nan sigap?

"Keledai worry-be" don't worry. Masih banyak hidangan padang rumput yang
prospektif terhampar luas. Kedelai ('soybean') dan rekan 'arbitrage'-nya CPO
alias crude palm oil masih menyimpan potensi. Demikian asal muasal judul
ini, "Dari Keledai menjadi Kedelai":d.

Keledai dalam pengertian Bang Oma itu:

"Cukup satu kali kehilangan tongkat, cukup satu kali
Jangan dua kali bersalah yang sama, jangan dua kali
Orang yang baik bukan orang yang tidak pernah melakukan kesalahan
Tapi yang menyadari kesalahannya dan memperbaikinya..."

http://www.youtube.com/watch?v=YkkXQmPVMyA

'+'

Kirim email ke