Tercatat, asing net buy pada pasar reguler hari ini pukul 10, namun dengan persentase terhadap total transaksi yang di bawah rata-rata 30%, bobot positif belum berdampak terhadap 'profit-taking' yang dilakukan investors/traders lokal. Namun demikian, overall, dari aktivitas pasar, tampak mayoritas pelaku pasar, menunggu di 'the dip' berharap mendapatkan harga yang sedikit lebih kompetitif untuk menambah posisi, disertai dengan masuknya investor konservatif setelah mendapatkan sinyal 'follow through' atau konfirmasi new uptrend pasar kemarin.
Saham-saham komoditas menjadi pantauan/target 'buy the dip' hari ini oleh pelaku pasar. Menarik untuk dicermati salah satu saham small cap plantation/CPO yang satu ini, di tengah upaya 1-2 brokerage house untuk membawa harga bergerak pada level kompetitif, sedikit lebih murah, untuk akumulasi lanjutan mengantisipasi volatilitas ke depan. Saham CPO small cap ini satu dari tiga saham se-grup industri dan kelas yang sama yang masuk pada Indeks Pefindo-25 untuk saham-saham small/mid cap. Saham tersebut merupakan (satu-satunya) saham CPO sepanjang tahun 2011 sekaligus yang terbaru mendapatkan 'review coverage' oleh Pefindo pada 22 Juli lalu ketika global market bersiap koreksi. Statistik tim kami menunjukkan, pasca-rilis publikasi review oleh Pefindo, mayoritas saham-saham small cap terkait berpotensi bergerak signifikan 20-30% dalam 4-8 minggu dengan kondisi overall equity market yang relatif positif serta pergerakan underlying referenced assets seperti commodities yang juga positif. Saham-saham konstituen Pefindo25 sendiri mengingat ukurannya yang relatif small market cap, acapkali menjadi referensi spekulasi banyak traders small brokerage house dan ritel. http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/Exchange/PENG-00012_BEI-PPR_ER_07-2011.pdf '+'
