Saya jg kurang suka berkebun emas, alasannya ribet. Kalo mau pakai saja sistem kredit emas. Yg penting harga sudah di "lock" saat akad, jd ada kenaikan tdk berpengaruh dgn cicilan emas. *gold lover
Salam -----Original Message----- From: Oguds <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 10 Sep 2011 15:09:22 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Bahaya Gelembung Gadai Emas Hello Saham, Mencermati maraknya investasi emas, karena harganya condong naik terus, tapi bahaya besar mengintai: bubble. Saya baru baca2 tentang gadai emas, seperti di blog ini. http://arzamitra.wordpress.com/2011/08/15/hobby-berkebun-emas/ Dengan cara beli, gadai, beli, gadai, beli, gadai, bisa tercipta rasio 1:9, atau 9x lipat dari modal. Ini bahaya sekali donk. Kebetulan contoh di situ yg sukses, kalau terbalik bukannya untung 107,68% tapi buntung senilai yg sama, alias uangnya benar-benar menguap. Mending kalau uangnya benar2 uang sendiri yg nganggur, lha kalau ternyata pinjam bank juga, cilaka besar donk. Artinya, selama tahunan mencicil uang for nothing. Mungkin argumennya, dijual pas untung donk. Lha iya kalau nanti untung, kalau makin turun, apalagi ada jasa titip emas yg juga mirip2 argo kuda. Kacau beliau jadinya. Perlu dicatat pula, emas ini penyumbang inflasi tertinggi di Agustus 2011 lalu. Ini saja gejala kurang baik. Saya hanya khawatir, kenaikan harga emas membuat bisnis tidak sehat semacam di atas. Bubble perumahan di AS dulu khan prosesnya seperti ini juga. Begitu meletus, efek dominonya menyebar ke mana-mana. Sebagai bukan investor emas, saya hanya berharap harganya datar saja hingga setahun ke depan. :-) -- Tertanda, Oguds [960000031]
