-*Foreign net buy/sell pasar reguler*= setelah mencatat arus outflow yang
sangat signifikan di atas rata-rata harian, khususnya pada 2 hari terakhir >
dari Rp1,3 triliun per hari, dan eskalasi foreign net sell pada awal jam
perdagangan, hari ini asing sempat membukukan net buy positif pada 30 menit
pertama jam perdagangan di atas rata-rata transaksi serupa pada interval
waktu yang sama, terlebih dibandingkan pada 2 hari sebelumnya yang berada
pada posisi net sell di atas rata-rata. Meski pada akhir sesi ke-2 asing
tercatat net sell Rp34 miliar, net sell tersebut jauh dari target interval
harian untuk dikategorikan signifikan sebagai tanda 'outflow', terlebih
dibandingkan dengan 2 hari terakhir, misalnya Kamis, 15 September, di mana
asing telah membukukan net sell hingga Rp800 miliar hanya pada akhir sesi 1.
Dinamika foreign net buy/sell pada pasar reguler, yang merefleksikan 'real
time' sentiment dan aktivitas trading, pada hari ini mengindikasikan awal
dari perubahan 'swing' tendensi pasar. Premis psikologis umum, 'fear' lebih
besar daripada 'greed' menggarisbawahi dinamika peningkatan selling dan
buying, di mana kecenderungan harga indeks drop akan lebih cepat pada
peristiwa continuous selling, dibandingkan dengan kecenderungan kenaikan
harga indeks pada saat buying surge dimulai. Kenaikan perlahan tetapi jelas
sepertinya menjadi tema akhir pekan ini, subject to global market
development, yang sejauh ini masih positif.
-*Spekulasi Rupiah*= Dinamika informasi yang beredar di kalangan pelaku
pasar, khususnya international money market, mengindikasikan keraguan
spekulasi terhadap pelemahan Rupiah. Concern para speculator terfokus kepada
rencana aksi Pemerintah Indonesia yang akan mengatur relokasi dana
repatriasi. Meski di awal kemunculannya, informasi ini dipergunakan sebagai
salah satu bahan untuk mengambil posisi short terhadap Rupiah, evaluasi
lebih lanjut menunjukkan tendensi sebaliknya kepada penguatan Rupiah. Selain
itu, probabilitas stabilitas cadangan devisa dan fundamental ekonomi
Indonesia dipandang masih terlalu kuat untuk dapat di-distorsi pasar sebagai
bagian dari strategi short ('short and distort').
-*On chart technical*= Pola konsolidasi 'trading range/band' sejak awal
Agustus yang ditandai dengan 3 titik low sebagai dips dan disertai dengan
penurunan volume perdagangan yang konsisten, mengindikasikan pelemahan
'selling surge' atau dorongan jual market secara umum. Berkebalikan dengan
pola 'triple top' yang dialami oleh IHSG pada awal tahun yang juga mengalami
penurunan volume, penurunan volume pada masa konsolidasi di range bawah saat
ini menandakan akhir dari dorongan jual, dengan potensi rebound pada masa
tes dip yang ke-3 akhir pekan ini.
-*On Indo stock fundamental*= Sejalan dengan faktor tersebut di atas, jelang
akhir tahun, khususnya pada akhir November/Desember akan ada serentetan
informasi penting yang akan mempengaruhi pergerakan saham-saham pilihan
Indonesia, bukan fundamen ekonomi makro. Sentimen dan dinamika yang
berkembang adalah positif oleh para pelaku pasar internasional dan tidak
terkait dengan penyesuaian rating Indonesia dan juga bukan merupakan ekses
dari kebijakan Pemerintah Indonesia. Untuk mengantisipasi hal ini, kami akan
mengulas pilihan saham pada blog tersendiri dengan rilis per 1/2 minggu
sejak akhir September 2011.
'+'