Akhir-akhir ini ramai prediksi IHSG akan terjerembab hingga 2500, atau
mungkin di bawahnya. Kami telah menyampaikan bottom-range sebelumnya pada
akhir Juli pada kisaran 2900-an. Namun demikian, setelah sinyal
'follow-through' IHSG pada 07 September lalu mengikuti 'follow-through'
serupa indeks utama AS pada 24 Agustus, bottom-range koreksi sepertinya
sudah tercapai atau tidak akan jauh dari 'lowest' Agustus 3590.

Faktor kapitulasi 'net sell' asing pada Kamis lalu juga menyediakan
'support' perkembangan IHSG 6 bulan ke depan hingga at least Q1-2012.
Kapitulasi yang menandai klimaks 'selling' pada IHSG menjadi isyarat kedua
penting 'bottoming'. Namun demikian, ada catatan yang penting menyertai
'bottoming' kali ini sesuai dengan siklus 6 bulan-an bahwa tekanan pada
'large-cap' akan terus berlanjut, oleh karena itu strategi alokasi dan
relokasi kepada saham-saham yang berkapitalisasi lebih kecil yang
dipengaruhi dengan 'seasonal effect' serta 'local domestic consumption
story' menjadi prioritas utama.

Tidak cukup jelas data dan informasi apa yang melandasi kesimpulan 'bearish'
lanjutan IHSG hingga 2012 selain elemen global/regional. Bagi kami, cukup
jelas optimisme pada alokasi dan relokasi saham-saham prospektif tersebut di
atas, khususnya jelang akhir tahun 2012. Serbuan dana asing akan menjadi
'background', dan 'support buying' spesifik akan menjadi katalis kelompok
aset porto ekuitas tertentu. Seperti biasa, sometime, something is better
left untold. Tapi, tracking data transaksi yang cermat akan bisa sedikit
memberikan 'clue' tersendiri.

Minggu lalu Pemerintah Indonesia mungkin disibukkan dengan antisipasi
potensi 'outflow', tetapi persoalan sesungguhnya justru sisa semester 2-2012
di mana Pemerintah Indonesia akan disibukkan dengan kondisi sebaliknya,
'capital inflow'. We believe this is the stronger case of all probabilities.

Kami akan mulai merilis sebanyak-banyaknya 10-15 saham kelas tertentu dengan
interval per saham 1 atau 2 minggu hingga jelang akhir tahun 2011. Dan,
fundamental story/background akan kami rilis di atas tanggal 15 Desember
2012, if circumstances warrant. Dan, ini bukan tentang 'credit rating'
Indonesia, it is about something real to move part of the market, and no one
has raised to the the broader attention of local market.

Back to you all, next month.

'+'

Kirim email ke