Pendekatan Indonesia untuk mengelola inflasi dengan menghindari suku bunga,
tampaknya mendekati titik darah penghabisan.
USD/IDR kembali melewati Rp9.000 hari ini atau pelemahan terdalam sejak
tujuh (7) bulan terakhir. Apakah 'ketenangan' Bank Indonesia terhadap
kenaikan inflasi pokok ('core inflation') pada Agustus lalu benar-benar akan
berlanjut? Perkembangan terakhir menunjukkan ruang relaksasi itu semakin
sempit dengan melemahnya IDR.
Bagaimana dengan sektor/grup industri ekuitas yang sangat rentan terhadap
inflasi dan dampak dari salah satu kebijakan moneter yang paling penting
pada bulan mendatang, kenaikan suku bunga, plus 'reserve requirement'?
Perbankan, dan grup industri yang terkait dengan pendanaan eksternal?
Komoditas sepertinya masih memiliki 'support' yang lebih kuat untuk bertahan
pada level harga terkini.
'+'