BI tidak perlu intervensi berlebihan, toh BI bisa instruksikan ke perbankan bumn supaya jual dolar nya...perbankan saat ini juga banyak pegang dolar...saat ini baiknya perkuat koordinasi dengan institusi lain..mikir kebersamaan saja, toh ini juga untuk kepentingan bersama supaya gak terjebak krisis..
DarioAmran --- Pada Jum, 23/9/11, yan <[email protected]> menulis: Dari: yan <[email protected]> Judul: Bls: [saham] Intervensi BI Tekan Dolar ke Rp 8.670 - Negara makin Rugi Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 23 September, 2011, 10:22 AM SALAM CUAN, Segala intervensi, Bisa di sri mulyanikan atau dibudionokan. biarkan saja. nikmati efek domino. Negara makin rugi besar dengan cara BI tersebut SALAM YAN WONG Hey --- Pada Kam, 22/9/11, yenti kusuma <[email protected]> menulis: Dari: yenti kusuma <[email protected]> Judul: [saham] Intervensi BI Tekan Dolar ke Rp 8.670 Kepada: "saham" <[email protected]> Tanggal: Kamis, 22 September, 2011, 11:19 PM Intervensi BI Tekan Dolar ke Rp 8.670 Detik.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat secara perlahan. Intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menahan penguatan dolar hingga dibuka di Rp 8.670. Menurut salah satu pialang di pasar uang, BI sudah mengeluarkan sekitar US$ 30 juta pagi ini untuk membeli rupiah sehingga ketersediaan dolar di pasar tetap dalam jumlah banyak. "Sampai sore nanti BI akan terus melakukan mensuplai dolar," kata si pialang tersebut kepada detikFinance, (23/9/2011). Pagi tadi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat di posisi Rp 8.670 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.750 per dolar AS. Dolar juga sempat menyentuh Rp 8.650. Intervensi yang dilakukan BI tidak hanya kali ini saja. Kemarin, BI mengintervensi pasar valas, juga membeli SBN (Surat Berharga Negara) dalam jumlah besar.
