Sebelumnya banyak yang berterima kasih pada penutupan tadi atas semangat
juang yang timbul sehingga tidak sedikit beberapa pihak yang sukarela dan
tentunya dengan penuh keikhlasan membantu kenaikan 5-6% harga, khususnya
pada saham BMRI dan PGAS. Sebagaimana post kami 15 menit sebelum akhir
perdagangan, dorongan dan semangat juang membeli tersebut telah membawa
kedua saham pada harga yang pas sekali untuk kesekian kali di-short sale.

IHSG, turun -8%, naik +1%. Fakta sederhana yang menjelaskan dengan sederhana
argumen strategi 'short-sell' pada 'bear market' terhadap saham-saham yang
already too crowded, khususnya large-cap. Logika probabilitas. Daripada
berspekulasi membeli untuk mengharapkan 1%, lebih baik menjual pada harga 8
dan membeli lebih murah di harga 1. Very simple.

Kembali kepada penentuan nasib IHSG Senin, pagi besok ETF berbasiskan
saham-saham large cap Indonesia yang didominasi oleh sektor finansial, yaitu
IDX dan EIDO, akan kembali unjuk gigi. Secara timeline, karena didahului
oleh IHSG maka tendensi pertama IDX/EIDO adalah 'catch-up play' atau
mengimbangi/mengikuti, tetapi itu tidak selalu, dan contoh beberapa waktu
terakhir, keduanya justru mendahului IHSG.

Berhubung Kamis pagi tadi IDX/EIDO ditutup -11%, dan IHSG pada Jumat ini
masih bisa ditutup +1,69%. Jelas jika IDX/EIDO pagi nanti ditutup
negatif/minus, artinya keduanya tidak dalam posisi 'catch-up play' tetapi
menjadi 'trend setter' atau 'leader' bagi IHSG pada Senin depan.

Jika Anda, 'go long' dengan penuh semangat tadi maka patut cemas dan lemas.
Tapi, itu mungkin hanya Anda seorang, karena yang tadi dengan penuh
keyakinan 'go short', justru bersiap mimpi indah malam ini.

Tidak perlu berdoa malam ini untuk nasib saham Anda Senin besok karena itu
akan justru membingungkan Tuhan masing-masing yang dihadapkan pada dua doa
yang berbeda.:d Pasrahkan nasib Anda dengan mekanisme 'stop loss' lebih
bermanfaat.

'+'

Kirim email ke