Indeks-indeks utama AS ditutup pada teritori positif sebagaimana IHSG. Yang perlu menjadi catatan adalah kenaikan pada Jumat tersebut hanya fraksional terhadap penurunan sepanjang minggu. Dalam konteks Indonesia, bahkan lebih ekstrem penurunan -8% pada Kamis direspon dengan kenaikan hanya +1,69%. Jika drama dinamika pasar ini bertajukkan 'bull vs. bear' maka Anda most likely 97% tahu akhir dari cerita.
Lantas apa yang menyebabkan indeks-indeks AS dan Indonesia ditutup pada teritori positif Jumat lalu? Simple answer. Some short-sellers were profit taking. Atau, beberapa institusi yang melakukan 'short-selling' meng-cover 'short position' dengan membeli saham-saham di harga yang lebih rendah, yang sebelumnya mereka jual pada harga yang lebih tinggi beberapa waktu lalu. Pada Jumat lalu penutupan perdagangan di NYSE, ETF berbasiskan Indonesia juga menguat signfikan hingga +6%. Apakah ini 'true positive movement' atau hanya 'catch-up' play? Jawabannya jelas, dan menjadi lebih jelas lagi setelah menyaksikan pagi ini bagaimana indeks-indeks saham utama Asia berekasi. Jumat lalu adalah 'catch-up' play atau sekadar mengikuti pergerakan pada teritori positif di Indonesia. Perhatikan 'attachment 1' berikut, tampak tidak hanya ETF berbasiskan saham-saham 'large cap/financial Indonesia saja yang hijau, ETF Korea Selatan dan emerging market lainnya juga ditutup pada teritori positif Jumat lalu. Dan pada trading day Senin ini? KOSPI Composite (Korea Selatan) misalnya, sudah sempat berada pada teritori negatif hingga lebih dari -2%. Attachment 1: ETF Emerging Market (NYSE, closing 23 Sept.) [image: Indo ETF (23sept2011).png] '+'
<<Indo ETF (23sept2011).png>>
