*US/Indo market update (26 Sept.)*:
Berbeda dengan IHSG pada Senin kemarin, indeks-indeks utama AS berhasil
ditutup menguat karena diuntungkan dengan momen waktu perdagangan yang dapat
menyerap perkembangan informasi terkini dari Eropa. Adanya upaya bersama
Eropa yang lebih konkret dan terkoordinasi untuk meningkatkan kapasitas
'leverage'/pendanaan EFSF (European Financial Stability Fund) untuk
mendukung kelancaran anggaran negara-negara anggota bermasalah, dan inisiasi
pembentukan SPV (special purpose vehicle) di bawah EIB (European Investment
Bank) yang kurang lebih akan berperan seperti Pemerintah Federal AS ketika
krisis finansial 2008 melalui 'bail-ou' penuh tanpa reserve terhadap semua
aset bermasalah yang menjadi akar krisis (TARP: Troubled Asset Relief
Program), tampaknya berkorelasi langsung terhadap peningkatan sentimen
pelaku pasar di bursa-bursa saham AS tadi malam.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa semua upaya dan koordinasi tersebut di
atas melibatkan struktur birokrasi dan politik yang lebih kompleks
dibandingkan dengan hanya satu negara Federal AS ketika langkah-langkah
stabilisasi permanen krisis finansial 2008 diambil. Sebagaimana mekanisme
dan proses penalangan dana EFSF untuk Yunani yang sejak Juli hingga kini
masih menanti proses ratifikasi di setiap negara, maka interval waktu yang
memadai masih akan menguji kerentanan volatilitas pasar dalam menyikapi
upaya final penuntasan krisis 'sovereign debt' Eropa. Hari Kamis ini,
kepastian Jerman terhadap dana penalangan Yunani akan diuji di parlemen, dan
Kongres AS akan memulai sesi persidangannya dengan salah satu agenda penting
terkait pemotongan anggaran dan program 'jobs plan' Obama.

Kami menekankan pentingnya saat ini korelasi 'currency exchange' sebagai
penentu arah pasar saham ke depan, dan sudah mengenyampingkan emas ('gold')
sebagai faktor yang penting. Korelasi EUR/USD akan berperan menentukan arah
pasar saham ke depan karena volatilitas kedua mata uang tersebut menentukan
sentimen dan kepercayaan pelaku pasar terhadap upaya penuntasan krisis utang
Eropa. Jika semua upaya konkret tersebut mulai menunjukan progres yang
positif maka target EUR/USD 1.38 pada November dan 1.40 jelang akhir tahun
2011 akan menggarisbawahi prospek pasar saham global dengan prioritas pada
emerging market.

*Indonesia*
Sebagaimana semua bursa saham global lainnya, prospek pasar saham Indonesia
akan tetap positif pada 2012. Namun volatilitas pasar saat ini tidak
mengecualikan Indonesia dari semua dampak global. "Entry into market' dengan
'long position' yang cermat menjadi kunci penting saat ini untuk menghindari
investor dari kecelakaan 'short selling'. Bear masih mendominasi bull, namun
sejumlah 'opportunity' sudah mencuat untuk dipantau.
Jika AS punya investor sekelas Warren Buffet yang selalu menjadi pemukul
gong 'reversal' di setiap 'bottoming' 'bear market' maka sebagaimana
antisipasi 'reversal' pada 2009 lalu, "pihak eksternal" yang sama yang
selalu mampu mengantisipasi pergerakan 'major bull' di pasar saham Indonesia
juga sudah menyiapkan langkah-langkah strategis.

"Pihak eksternal" yang terafiliasi dengan sekumpulan investor global masif
ini dengan tepat telah merencanakan hal yang sama seperti yang dilakukan
pada awal tahun 2009. Namun, jangan sampai keliru dengan berkesimpulan bahwa
strategi dan metode yang diterapkan akan sama kali ini. "This time" as they
told us, it would be a different story. Mereka tetap buying long side, but
they do not buy what most people are thinking to buy when market reverses.
Siapa mereka dan apa yang mereka akan lakukan, akan kami rilis pada suatu
waktu kuartal 1 tahun 2012 melalui blog tersendiri when timing is very close
to the action. When they will be completing the mission, everyone must know
because it will move the whole local market.

'+'

Kirim email ke