Dear All,
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan pekan lalu (19-23
September’11) tercatat
melemah sebesar 407,65 poin (10,63%) ke level 3426,35 sementara Indeks
LQ 45 sepanjang perdagangan pekan lalu ditutup melemah sebesar 77,11
poin (11,51%) ke level 592,72.
Seluruh sektor tercatat
mengalami pelemahan, sektor yang tercatat mengalami pelemahan terkecil
sepanjang perdagangan pekan lalu (19-23 September’11) adalah sektor
infrastruktur yang tercatat ditutup melemah sebesar 49,13 poin (6,88%)
ke level 665,15. Sementara sektor yang mengalami pelemahan terbesar pada pekan
lalu adalah sektor pertambangan yang ditutup melemah sebesar
368,86 poin (12,73%) ke level 2529,52.Investor asing pada
perdagangan minggu lalu tercatat membukukkan akumulasi penjualan bersih
(foreign net sell) sebesar Rp 2,89 triliun terdiri dari akumulasi pembelian
sebesar Rp 9,99 triliun dan akumulasi penjualan sebesar Rp 12,89
triliun.
IHSG
kembali bergerak dalam tekanan pada perdagangan minggu lalu menyusul
sentimen negatif dari krisis utang Eropa yang semakin mengkhawatirkan
menyusul S&P menurunkan surat utang Italia menandakan krisis utang
Eropa tidak menunjukkan kea arah perbaikan namun semakin memburuk.
Sementara itu, masih besarnya tekanan jual asing serta pelemahan nilai
Rupiah terhadap Dolar AS juga memberikan tekanan bagi IHSG.
Candlestick terakhir IHSG
tampak membentuk pola hammer yang mengindikasikan sinyal Bullish
Reversal dengan indikator stochastic yang berpotensi membentuk golden
cross namun MACD Histogram tampak masih bergerak memanjang di area
negatif. Perlu diwaspadai apabila IHSG tidak berhasil menembus kembali
garis resistance MA 200 karena akan membawa IHSG pada fase bearish
jangka panjang.