http://www.ft.com/intl/cms/s/0/69902e72-e926-11e0-af7b-00144feab49a.html#axzz1ZCSXxE9o

Excerpt update kami di bawah kutipan berikut.

A split has opened in the eurozone over the terms of Greece’s second €109bn
bail-out with as many as seven of the bloc’s 17 members arguing for private
creditors to swallow a bigger writedown on their Greek bond holdings,
according to senior European officials.

The divisions have emerged amid mounting concerns that Athens’ funding needs
are much bigger than estimated just two months ago. They threaten to unpick
a painfully negotiated deal reached with private sector bond holders in
July.

High quality global journalism requires investment. Please share this
article with others using the link below, do not cut & paste the article.
See our Ts&Cs and Copyright Policy for more detail. Email
[email protected] to buy additional rights.
http://www.ft.com/cms/s/0/69902e72-e926-11e0-af7b-00144feab49a.html#ixzz1ZCrNGiL1


While hardliners in Germany and the Netherlands are leading the calls for
more losses to be imposed on the private sector, France and the European
Central Bank are fiercely resisting any such move. They fear re-opening the
bond deal could spark renewed selling of shares in European banks, which
have significant holdings of Greek and other peripheral eurozone debt.

Excerpt update kami pada post sebelumnya pagi ini:

Reli saham global kemarin yang dipicu oleh optimisme dan harapan seputar
upaya koordinasi Eropa untuk menanggulangi krisis 'sovereign debt' di
wilayah periferal-nya, mendapatkan klarifikasi negatif atas berita positif
yang sempat beredar luas sebelumnya. Pejabat EIB (European Investment Bank)
telah mengklarifikasi bahwa mereka belum pernah dihubungi dan diminta oleh
ECB dan EIB juga belum memiliki rencana untuk terlibat dalam pembentukan SPV
(special purpose vehicle) yang berhubungan dengan EFSF (European Financial
Stability Fund). Rontoknya sentimen dan harapan ini bertambah ketika jelang
penutupan perdagangan kemarin Financial Times memberitakan bahwa telah
terjadi perpecahan di antara anggota Uni Eropa di mana Blok 17 yang dimotori
oleh garis kera Jerman dan Belanda menuntut sektor swasta untuk meningkatkan
porsi 'hair cut' mereka terhadap paket 'bail-out'  109 miliar Euro kedua
untuk Yunani. Pemberitaan perpecahan ini hanya satu (1) hari kurang dari
pemungutan suara yang akan dilakukan oleh Parlemen Jerman besok terhadap
ekspansi EFSF. Partai politik Kanselir Angela Merkel, Christian Democratic
Union, sendiri telah enam (6) kali kalah dari tujuh (7) pemilu lokal tahun
ini, dan sejumlah pejabat dalam lingkaran dalam Kabinet Merkel sendiri sudah
mulai menyuarakan resistensi terhadap keterlibatan dan eksposur anggaran
Jerman lebih jauh dalam penyelamatan negara-negara Uni Eropa bermasalah.

'+'

Kirim email ke