Ada yg belajar dari 2008 ... belum tentu benar juga .. http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1779002/meneropong-ihsg-dan-rupiah-hingga-akhir-tahun
*INILAH.COM, Jakarta – Penguatan IHSG dan rupiah masih akan terjadi hingga akhir September ini. Namun, koreksi mulai terjadi pada bulan berikutnya hingga tahun depan. Bagaimana prediksinya?* Yuganur Wijanarko dari HD Capital memperkirakan pada akhir September, IHSG akan melesat menuju level 3.700, sedangkan rupiah akan mencapai 8.950-8.750 per dolar AS. “Sebaiknya investor tidak lupa profit taking dan membeli dolar AS,”katanya dalam riset yang diterima INILAH.COM. Menurutnya, saham-saham akan menutup price gap atas, seiring dengan bar market rally di IHSG untuk tutup buku akhir September ini, dengan potensi kenaikan maksimum hingga 3.700. “Setelah itu, memasuki Oktober koreksi akan kembali dimulai,”ujarnya. Yuga pun memprediksikan pada akhir tahun ini, IHSG akan anjlok dan bercokol di level 2.700-2.500, dengan rupiah berada di level 9.700 per dolar AS. Pada 2008 lalu, IHSG turun dari level tertinggi 2846 ke level 2220 (22%) dalam waktu 4 bulan. Namun pada 2011 kali ini, IHSG akan turun dari level tertinggi 4.175 ke level terendah 3.230 (22%) hanya dalam waktu dua bulan saja. “Momentum turun dalam time frame yang semakin kecil ini, dapat membuat target 2.700-2.500 yang diperkirakan tercapai Maret, akan teralisasi pada Desember,” katanya. Untuk Maret atau April 2012, IHSG akan terpuruk lebih jauh ke level 1.700, long term trendline terakhir.Angka ini merupakan koreksi 60% dari 4.175, serupa dengan koreksi di 2008 yang berlangsung 10 bulan. “Namun kali ini akan cukup memakan waktu 5 bulan saja,” ucapnya . Sementara Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Securities mengatakan, penguatan indeks akan berlangsung hingga akhir tahun. Namun, angkanya direvisi dari target sebelumnya menjadi 4.000 poin. “Banyak sentimen negatif yang beredar di pasar sehingga sulit mempertahankan target proyeksi 4.400,”katanya. Sentimen positif yang mendukung penguatan indeks adalah fundamental ekonomi Indonesia yang masih kokoh serta kuatnya daya beli masyarakat. “Hal ini akan menjadi penopang kenaikan indeks hingga akhir tahun,” pungkasnya. Sementara pengamat valas Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, koreksi yang terjadi pada rupiah akhir-akhir ini dipicu faktor eksternal, yakni krisis utang Eropa dan pelambatan ekonomi AS. Sedangkan fundamental ekonomi dalam negeri dinilainya masih kuat. “Penguatan rupiah ke 8.500, menunjukkan bahwa koreksi rupiah dipicu faktor eksternal,”ujarnya. Ia menilai, intervensi BI cukup membantu stabilitas mata uang RI ini. Nurul pun memperkirakan, rupiah hingga akhir 2011 akan bertengger di level 8.800-8.900 per dolar AS. “Kurs ideal adalah bila rupiah tidak bergerak dalam rentang yang lebar,” katanya. [mdr]
