Terimakasih mas, artikel bagus sekali. Salam, RS
2011/9/28 Dimas Yoga <[email protected]> > ** > > > > Artikel lama, namun siapa tahu bermanfaat bagi yang doyan saham model BAYU, > GOLD, TMPI. > > Semoga bermanfaat > > > Salam, > Dimas > > > ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- > > Sumber : http://www.investium.net/invlog1n/saham/?p=39 > > Cara Mengenali Saham Gorengan “Gosong” melalui Bid-Offer di Order Book > Posted by *Highlander* on August 3rd, 2010 > [image: Burnt-Toast2] > > Saham gorengan itu baik jika para retail bisa masuk di harga yang > berdekatan dengan harga “bandar” kemudian saham digoreng sampai beberapa > hari dan menghasilkan profit tinggi serta koreksi di saat reversal tidak > terlalu cepat sehingga para retail bisa keluar ketika tanda2 breakdown sudah > muncul. > > Namun ada pula saham gorengan yang bisa mencelakakan banyak trader terutama > para retailer yaitu saham gorengan “gosong”. Saham seperti ini biasanya > hanya diangkat dalam satu hari atau bahkan dalam beberapa jam atau menit, > kemudian di harga puncak ketika bandar sudah melepas hampir semua sahamnya > saat harga bergerak naik, harga langsung dibanting bahkan ada juga yang > langsung di short sell demi keuntungan ganda bagi bandar. > > Untuk menghindari dan mengenali saham gorengan “gosong” ini, ada cara > gampang yang bisa dilakukan oleh para trader yaitu dengan melihat posisi dan > kondisi bid dan offer di order book dan jika memungkinkan bisa dikonfirmasi > dengan historis chart dari saham yang bersangkutan. > > Berikut cara2 mengenali Saham Gorengan “Gosong” melalui Bid-Offer di Order > Book : > > Dalam contoh ini kita akan menggunakan VRNA sebagai contoh. > > Chart dari VRNA selama akhir Juli sd awal Agustus 2010 adalah sbb : > > <http://www.investium.net/invlog1n/saham/wp-content/uploads/2010/08/VRNA-Chart-26-Jul-2-Agt-10.png> > > Dari chart di atas, terlihat bahwa VRNA digoreng sampai gosong pada tanggal > 26 sd 29 Juli 2010. > Dari chart di atas juga terlihat bahwa Bandar melakukan akumulasi sekaligus > mulai menggoreng VRNA di 23 Juli 2010. > > Ketika 26 Juli 2010, VRNA terlihat digoreng sampai “gosong”. Tanda2 > penggorengan gosong ini bisa dilihat melalui posisi dan kondisi bid-offer > yang ada di order book. > > <http://www.investium.net/invlog1n/saham/wp-content/uploads/2010/08/VRNA-01.jpg> > > Gambar di atas menunjukkan kondisi pada saat VRNA setelah mencapai puncak > di 114 dan mulai mengalami reversal. Terjadi pada pukul 14:17 WIB. > Terlihat rasio antara bid dan offer sangat jauh yaitu jumlah bid +/- 5 x > jumlah offer. > > Order pada bid di 108 sd 112 hampir merupakan kelipatan dari 10.000 lot. > Inilah salah satu tanda dari saham gorengan gosong. Yaitu pada bid dipasang > order yang banyak di saat harga mencapai puncak dan di saat reversal. > Bilangan biasanya bilangan kelipatan 1000, 10 ribu atau 100 ribu lot. > Tujuannya adalah untuk memberikan kesan bahwa tekanan beli masih tinggi > sehingga bisa memancing para retail untuk tetap membeli saham tsb. Selain > itu pada order dipasang jumlah lot cukup banyak supaya memaksa para retailer > untuk langsung membeli di harga offer. > > Untuk offer, pada orderbook terlihat bahwa jumlahnya sangat sedikit bila > dibandingkan dengan bid. Pada harga 13 terlihat bahwa offer hanya +/- 4.000 > lot sedangkan pada bid di 112 +/- 24.000 lot. Namun demikian meskipun > jumlahnya sedikit, namun ketika offer sudah habis, selalu diisi lagi dengan > jumlah tidak terlalu banyak sehingga offer di 113 selalu ada. Hal ini > terjadi terus sampai seluruh saham milik bandar sudah dilepas semua dan bisa > berlanjut jika bandar tersebut berniat untuk melakukan short sell. Inilah > tanda kedua dari saham gorengan “gosong”. > > Dari hal ini bisa dilihat bahwa bandar berusaha memberikan kesan bahwa > tekanan jual kecil sehingga para retail masih berminat untuk membeli di 113 > karena melihat potensi untuk naik sangat tinggi mengingat jumlah offer yang > tidak banyak atau tekanan jual yang kecil. Padahal di saat yang bersamaan > bandar sedang berusaha melepas seluruh sahamnya dan bahkan melakukan short > sell. > > <http://www.investium.net/invlog1n/saham/wp-content/uploads/2010/08/VRNA-02.jpg> > > Pada screenshot yang diambil sekitar 14:19 WIB atau 2 menit setelah gambar > sebelumnya, terlihat bahwa jumlah bid di 110 sd 112 tiba2 hilang dan bandar > langsung melepas VRNA di harga 110-111. Hal ini menunjukkan bahwa bandar > sudah melepas seluruh sahamnya dan terlihat bahwa bandar sedang mencoba > untuk menshort sell VRNA ini karena pada harga 106 sd 109 masih dipasang bid > dengan jumlah +/- 10.000 lot. Jadi bandar masih mencoba memberikan kesan > bahwa tekanan beli masih ada sehingga masih ada yang berniat membeli VRNA > karena menganggap harga sudah murah. Padahal di saat bersamaan bandar sedang > menshort saham tersebut di harga offer. Inilah yang menjadi tanda ketiga > dari saham2 gorengan “gosong”. > > Tanda keempat dari saham gorengan “gosong” ini adalah hampir sama seperti > tanda kedua yaitu offer masih terlihat sedikit. Namun ketika habis selalu > diisi, sehingga harga dijaga di level tsb sampai bandar merasa cukup > memiliki posisi short di harga tersebut. Ketika keadaan ini telah tercapai, > maka bandar akan mencabut kembali bidnya dan mendorong lagi VRNA untuk turun > ke harga yang lebih rendah. Sebagai bukti bisa dilihat pada gambar berikut > yang terjadi +/- 1 menit kemudian yaitu pada pukul 14.20 WIB : > > <http://www.investium.net/invlog1n/saham/wp-content/uploads/2010/08/VRNA-03.jpg> > > Dari gambar di atas terlihat bahwa bandar telah mencabut order bidnya di > level 107-109 dan mulai melepas sahamnya di level 107-108. > > Proses di atas diulangi terus sampai harga turun semakin jauh. Sebagai > bukti bisa dilihat pada gambar berikut yang diambil +/- 1 jam kemudian yaitu > pada pukul 15.28 WIB. > > <http://www.investium.net/invlog1n/saham/wp-content/uploads/2010/08/VRNA-07.jpg> > > Pada posisi ini terlihat bahwa VRNA sudah mencapai harga di level 98 atau > turun sebesar 10,9% dibanding previous pricenya. Sehingga terjadi perubahan > drastis dari + 3,6% menjadi – 10,9% hanya dalam waktu +/- 1 jam. Namun tentu > saja dalam perjalanannya, terjadi upaya2 untuk mengangkat kembali VRNA ini > yaitu para “nyangkuter” berusaha untuk melakukan averaging down yang > sebetulnya dilandasi oleh faktor fear and greedy yaitu takut akan loss yang > terlalu besar sehingga melakukan upaya2 untuk menurunkan %loss dan masih > berharap harga bisa kembali naik sehingga dengan averaging down, berharap > keuntungan bisa lebih tinggi. > > Oleh karena faktor ini pula maka VRNA bisa closed di level 102 seperti yang > terlihat pada gambar berikut. > > <http://www.investium.net/invlog1n/saham/wp-content/uploads/2010/08/VRNA-08.jpg> > > Faktor lain yang menyebabkan kenaikan di saat closing ini adanya sebagian > buy back yang dilakukan bandar untuk mengcover short sell yang telah > dilakukan. > > Jika ternyata kondisi untuk melakukan short sell masih memungkinkan (saham > masih likuid), maka short sell bisa dilanjutkan di hari2 berikutnya. Hal ini > terjadi pada VRNA dan bisa dilihat pada gambar berikut dimana VRNA di short > sampai harga 86 yang terjadi pada tanggal 28 Juli 2010. > Sebagai informasi tambahan, di 26 Juli 2010, VRNA termasuk saham yang top > aktif. > > <http://www.investium.net/invlog1n/saham/wp-content/uploads/2010/08/VRNA-Chart-26-Jul-2-Agt-101.png> > > Demikian tanda2 dari saham gorengan “gosong”. > Semoga bermanfaat. > > >
