Menko Perekonomian selama ini tidak care kpd kemampuan Industri Sendiri seperti 
contohnya kenapa Indonesia sampai mengimport beras, garam, cengkeh, gula 
padahal Industri dan pertanian Indonesia mampu untuk mengsupply kebutuhan dalam 
negeri



________________________________
From: caknoval <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, October 24, 2011 6:48 AM
Subject: [saham] Agus Marto Waspada RI Jadi 'Korban' Perdagangan Bebas


  
http://us.finance.detik.com/read/2011/10/22/120956/1749974/4/agus-marto-waspada-ri-jadi-korban-perdagangan-bebas?f990101mainnews

Sabtu, 22/10/2011 12:09 WIB
Agus Marto Waspada RI Jadi 'Korban' Perdagangan Bebas 
Whery Enggo Prayogi - detikFinance 

Share




Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo meminta seluruh industri 
dalam negeri mempersiapkan diri terkait perdagangan bebas (FTA/free trade 
agreement). Terlebih dengan adanya kesepakatan FTA antara ASEAN dengan 
Australia dan New Zeland.

Menurutnya, penguatan industri penting dalam rangka memperluas pasar, dan 
Indonesia menjadi yang terdepan dalam perdagangan bebas antar negara. Bukan 
sebaliknya, di mana impor barang terus masuk ke dalam negeri, hingga 
mengakibatkan defisit perdagangan.

Hal ini dikatakan Agus usai Pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Syariah 
(IAEI) di Gedung Dhanapala, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (21/10/2011).

"Karena saya sudah tandatangani untuk freetrade agreement antara ASEAN dengan 
Australia, New Zeland. Tapi pesan saya adalah agar kita sama-sama memperkuat 
persiapan ekonomi dalam negeri. Karena dengan FTA ini, kalau tidak siap bukan 
kita yang memperluas pasar, tapi kita yang dimasukin oleh negara-negara 
tetangga kita," katanya.

Penguatan pada bidang teknologi saja tidak cukup. Lain hal yang tak kalah 
penting bagi Agus adalah memastikan sumber daya manusia yang berkualitas. Ini 
harus jadi perhatian juga untuk para pelaku industri.

"Memperluas pasar dengan FTA, tidak hanya Australia, termasuk dengan China, 
India. Kalau Indonesia tidak siap di pasar dalam negeri, bukan berhasil lebih 
luas. Malah kita didatangi. Dan biasanya terlihat dari surplus perdagangan kita 
yang cenderung akan makin keci," tegas Agus.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, jauh-jauh hari telah 
menyampaikan, tidak ada pengkajian ualng terkait perdagangan bebas. Pada 
tingkat ASEAN, FTA tidak bisa lagi dihindari, karena sudah menjadi kesepakatan 
bersama pemimpin-pemimpin ASEAN.

Hatta juga tak percaya, jika FTA ini menyebabkan anjloknya surplus perdagangan 
Indonesia. 

"Sebetulnya tidak, kalau dibedah, yang mengakibatkan kecil itu karena impor 
migas meningkat. Kita harus meningkatkan pembangunan petrochemical dan refinery 
(kilang) di Indonesia, mengurangi ketergantungan impor, banyak additive, BBM, 
petrochemical," ucap Hatta waktu itu.

(wep/dnl) 


 

Kirim email ke