Hehehe....kayak yang menguasai permasalahan aja. Pake bilang mereka terlena dengan kekayaan alam. Kekayaan alam yang mana? Yang hampir 100% dirampok amerika itu?? Mental inlander/budak kok dipelihara....
--- In [email protected], Oguds <oguds@...> wrote: > > > Iya tuh, kok dibilang Papua seperti pra sejarah? Kalau gak ngerti > masalah, apalagi belum pernah ke sana, mbok ya mingkem saja. Satu hal > yg perlu dicatat, orang2 Papua itu secara umum SDM-nya rendah dan etos > kerja pun rendah. Ada banyak masalah yg khas sana, terutama berkaitan > dengan adat. Betapa membebaskan tanah di situ sulitnya bukan main. > Satu tanah bisa diklaim milik satu suku. > > Dalam satu forum, dinas kepegawaian sana mengeluh, banyak lulusan > sekolah yg minta jatah sebagai PNS. Ribuan jumlahnya. Di pikiran > mereka, sekolah sudah pasti jaminan kerja. Ini khan gak bener. Lihat > duit Otsus, itu larinya entah ke mana. Duit trilyunan dibuang2 tanpa > hasil yg jelas. > > Pegawai yg mogok di Freeport itu bukan berarti bergaji kecil. > Dibanding rekan2nya di Jawa mah, tentu selangit besarnya. Jadi kalau > emas Papua mau digaruk dibagi rata ke semua penduduk, ya setelah habis > lalu mereka menggaruk apa lagi? Garuk2 koreng? SDM ini sebenarnya > kunci pembangunan di sana. Mereka terlena dengan budaya kekayaan alam, > akibatnya sulit berkompetisi secara sehat. > > Celakanya, isu2 yg dikembangkan sejumlah kalangan, malah berkaitan > dengan keamanan. Carut marut ini susah selesai, kalau semuanya > menunggangi isu demi kepentingan masing2. Termasuk tulisan Lisa Pease. > Jangan terlalu naif-lah, tidak ada makan siang yg gratis. > > > Sunday, October 30, 2011, 10:24:01 PM, you wrote: > > k> Ah kalau sampai kasihan kayaknya belum pernah ke papua ya ? :d > > k> sent with love® > k> From: "caknoval" <noval.invest@...> > k> Sender: [email protected] > k> Date: Sun, 30 Oct 2011 11:33:58 -0000 > k> To: <[email protected]> > k> ReplyTo: [email protected] > k> Subject: Re: Bls: [saham] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport > > k> > k> Bukan Soeharto, oii...Tapi amerika yang punya dow jones itu :-)). > k> Soeharto mah cuma ujung pipa yang dibuat nyedot itu emas untuk > k> disalurkan ke amerika. Jadi kasian banget sama rakyat Papua yang > k> hingga hari ini masih hidup bagai di jaman pra sejarah :-( > > k> --- In [email protected], hengky_jb@ wrote: > >> > >> Ngeri banget > >> > >> Soeharto bener2 sedot sampai habis negara ini > >> > >> (>_<") HhuuhH (>_<") > >> > >> > >> \(ôââ"½`)/ HiDuP Cm SkLi JgN DiBuAt SuSaH > >> > >> -----Original Message----- > >> From: Alit Suwirya <alitws@> > >> Sender: [email protected] > >> Date: Sun, 30 Oct 2011 19:16:17 > >> To: [email protected]<[email protected]> > >> Reply-To: [email protected] > >> Subject: Bls: [saham] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport > >> > >> sudah pernah baca nie, kangen bgt ama Bos Soekarno, kangen juga ama Bos JFK > >> > >> > >> > >> ________________________________ > >> Dari: caknoval <noval.invest@> > >> Kepada: [email protected] > >> Dikirim: Minggu, 30 Oktober 2011 17:56 > >> Judul: [saham] JFK, Indonesia, CIA dan Freeport > >> > >> > >> à > >> �à > >> Date: Thursday, October 27, 2011, 7:33 PM > >> > >> Salam kebangsaan yg terhina, > >> > >> Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam > >> majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di > >> Washington > >> DC. Judul tulisan tersebut adalah ââ¬Å"JFK, Indonesia, CIA and > >> Freeport.ââ¬Â > >> > >> Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, > >> namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. > >> Dalam > >> tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian > >> nama > >> perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi > >> pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. > >> > >> Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh > >> Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport > >> Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi > >> perdananya > >> terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO > >> Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun > >> berkali-kali > >> pula menemui kegagalan. > >> > >> Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes > >> Wilson > >> yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan > >> Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan > >> itu > >> Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas > >> Gunung > >> Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di > >> tahun > >> 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan > >> tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van > >> Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan > >> membacanya. > >> > >> Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur > >> itu > >> jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga > >> menulis > >> tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah > >> lainnya > >> diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh > >> Gunung > >> Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di > >> dalam > >> tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan > >> perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam > >> benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa > >> bangkit > >> kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata. > >> > >> Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas > >> Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak > >> ditulisnya > >> dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut > >> gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak > >> perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di > >> permukaan > >> tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar > >> matahari. > >> > >> Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain > >> dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas > >> dan > >> perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD > >> MOUNTAIN, > >> bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson > >> memperkirakan > >> jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. > >> Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari > >> 1960, > >> Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk > >> mengeksplorasi gunung tersebut. > >> > >> Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama > >> dengan > >> yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian > >> Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan > >> Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat. > >> > >> Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald > >> Kennedy > >> agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya > >> mendukung > >> Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall > >> Plan > >> jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan > >> bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing > >> kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian > >> Barat. > >> > >> Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya > >> mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui > >> fakta > >> sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS > >> tidak > >> ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut. > >> > >> Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan > >> perjanjian > >> kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport > >> jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan > >> ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank > >> Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan! > >> > >> Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy > >> tewas > >> ditembak > >> pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy > >> merupakan > >> sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak > >> mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika. > >> > >> Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak > >> belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi > >> kepada > >> Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang > >> keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun > >> 1964, > >> adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport. > >> > >> Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain > >> kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex > >> (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 > >> memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen > >> labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu > >> dari > >> tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan > >> Soekarno ini. > >> > >> Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar > >> orang > >> ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus > >> C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua > >> kali > >> menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat > >> ini > >> merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA. > >> > >> Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara > >> tahun > >> 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja > >> yang > >> dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa > >> yang > >> paling krusial. > >> > >> Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih > >> sebagai > >> Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, > >> Long > >> diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk > >> masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk > >> menentukan > >> operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu > >> tokoh > >> yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan > >> menggerakkan > >> sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army > >> Friend. > >> > >> Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul > >> 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan > >> darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. > >> Mantan > >> pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya. > >> > >> Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira > >> loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur > >> Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap > >> mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu > >> Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu > >> darimana > >> Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport? > >> > >> Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah > >> mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. > >> Mereka > >> adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. > >> Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo > >> dengan > >> Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat > >> karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka. > >> > >> Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang > >> draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan > >> tahun > >> 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto > >> adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru > >> dibuat. > >> Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu > >> menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak > >> seperti > >> itu malah merugikan Indonesia. > >> > >> Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng > >> Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA > >> John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA > >> Richards > >> Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978. > >> > >> Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik ââ¬Å"Jim Bobââ¬Â > >> Moffet dan menjadi > >> perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS > >> pertahun. > >> > >> Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis > >> sebuah > >> buku berjudul ââ¬Å"Grasbergââ¬Â setelab 384 halaman dan memaparkan > >> jika tambang > >> emas > >> di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk > >> bijih > >> tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia. > >> > >> Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan > >> cadangan > >> bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 > >> tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya > >> produksi > >> tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu > >> merupakan yang termurah di dunia!! > >> > >> Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya > >> EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung > >> tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, > >> maka > >> Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat > >> mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun > >> pipa-pipa > >> raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung > >> menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan > >> mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan > >> besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!! > >> > >> Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas > >> Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang > >> ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, > >> perak, dan > >> tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, > >> meninggalkan > >> limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua > >> yang > >> sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu. > >> > >> Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang > >> dari > >> sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di > >> dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan > >> keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu > >> yang > >> walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil > >> karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia > >> mau > >> mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu. > >> > >> Sumber : Blog Media Kata > >> > > > -- > Tertanda, > Oguds [960000031] > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
