kayaknya uda saatnya ada 'action'.... uda beberapa kali ditegur admin...masuk kuping kiri keluar kuping kanan...
--- In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...> wrote: > > Topik yg seperti ini tidak untuk dibahas di milis saham. > > Cobalah fokus bicarakan saham, jangan habiskan energi untuk bahas hal yang > tidak terkait soal saham di milis saham. > > Analoginya begini, bagaimana anda bisa nyetir mobil di jalan tol dengan > kecepatan di atas 100 km per jam bila anda tidak fokus dalam menyetirnya? > Demikian juga dalam trading saham, ketika pikiran anda bercabang, tidak > fokus, maka anda susah untuk bisa ngebut di trading saham. > > Milis saham dibuat khusus untuk yang memiliki interest di saham agar bisa > ngebut di saham, agar bisa mendapatkan informasi2 ataupun pendapat2, > ataupun posting2 pembahasan yg terkait dengan saham, dan bukan pembahasan > akan topik lain di luar saham. > > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2011/10/30 caknoval noval.invest@... > > > > > > > Â > > Date: Thursday, October 27, 2011, 7:33 PM > > > > Salam kebangsaan yg terhina, > > > > Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam > > majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di > > Washington > > DC. Judul tulisan tersebut adalah âJFK, Indonesia, CIA and Freeport.â > > > > Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, > > namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. > > Dalam > > tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian > > nama > > perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi > > pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. > > > > Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh > > Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport > > Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi > > perdananya > > terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO > > Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun > > berkali-kali > > pula menemui kegagalan. > > > > Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes > > Wilson > > yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan > > Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan > > itu > > Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas > > Gunung > > Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di > > tahun > > 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan > > tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van > > Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan > > membacanya. > > > > Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur > > itu > > jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga > > menulis > > tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah > > lainnya > > diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh > > Gunung > > Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di > > dalam > > tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan > > perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam > > benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa > > bangkit > > kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata. > > > > Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas > > Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak > > ditulisnya > > dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut > > gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak > > perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di > > permukaan > > tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar > > matahari. > > > > Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain > > dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas > > dan > > perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD > > MOUNTAIN, > > bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson > > memperkirakan > > jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. > > Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari > > 1960, > > Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk > > mengeksplorasi gunung tersebut. > > > > Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama > > dengan > > yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian > > Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan > > Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat. > > > > Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald > > Kennedy > > agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya > > mendukung > > Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall > > Plan > > jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan > > bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing > > kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian > > Barat. > > > > Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya > > mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui > > fakta > > sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS > > tidak > > ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut. > > > > Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan > > perjanjian > > kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport > > jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan > > ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank > > Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan! > > > > Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy > > tewas > > ditembak > > pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy > > merupakan > > sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak > > mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika. > > > > Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak > > belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi > > kepada > > Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang > > keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun > > 1964, > > adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport. > > > > Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain > > kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex > > (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 > > memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen > > labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu > > dari > > tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan > > Soekarno ini. > > > > Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar > > orang > > ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus > > C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua > > kali > > menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat > > ini > > merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA. > > > > Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara > > tahun > > 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja > > yang > > dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa > > yang > > paling krusial. > > > > Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih > > sebagai > > Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, > > Long > > diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk > > masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk > > menentukan > > operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu > > tokoh > > yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan > > menggerakkan > > sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army > > Friend. > > > > Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul > > 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan > > darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. > > Mantan > > pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya. > > > > Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira > > loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur > > Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap > > mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu > > Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu > > darimana > > Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport? > > > > Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah > > mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. > > Mereka > > adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. > > Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo > > dengan > > Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat > > karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka. > > > > Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang > > draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan > > tahun > > 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto > > adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru > > dibuat. > > Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu > > menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak > > seperti > > itu malah merugikan Indonesia. > > > > Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng > > Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA > > John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA > > Richards > > Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978. > > > > Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik âJim Bobâ Moffet dan > > menjadi > > perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS > > pertahun. > > > > Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis > > sebuah > > buku berjudul âGrasbergâ setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang > > emas > > di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk > > bijih > > tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia. > > > > Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan > > cadangan > > bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 > > tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya > > produksi > > tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu > > merupakan yang termurah di dunia!! > > > > Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya > > EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung > > tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, > > maka > > Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat > > mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun > > pipa-pipa > > raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung > > menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan > > mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan > > besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!! > > > > Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas > > Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang > > ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, > > perak, dan > > tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, > > meninggalkan > > limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua > > yang > > sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu. > > > > Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang > > dari > > sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di > > dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan > > keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu > > yang > > walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil > > karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia > > mau > > mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu. > > > > Sumber : Blog Media Kata > > > > > > >
