Betul, tapi fear di market harus kita amati bila kita trading. Apalagi
grafik memang masing menunjukkan adanya cooling down/profit taking dari
kenaikan  cepat di bulan Oktober. Nanti kalau sudah terlihat tanda2 jenuh
turun, dan terlihat akan naik, barulah trader masuk kembali. Bisa juga ada
berita positif lainnya yg dijadikan penggerak berikutnya. Di grafik juga
akan kelihatan koq ketika adanya kenaikan2 tersebut. Selama masih bergerak
turun, sebagai trader, jangan dilawan marketnya :)

Tapi, kalau  kita posisinya sebagai investor, penurunan bisa diartikan
sebagai bisa membeli lebih murah selama data makro masih menunjukkan tanda
bagus.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/11/2 Browry <[email protected]>

>
>
> Bang IAN,  US ISM Manufacturing masih diatas 50, artinya, sebenarnya
> tidak buruk-buruk amat kan? Walau memang dibawah ekspektasi. Thanks.
>
> 2011/11/2 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
>> **
>>
>>
>> Data makro US ISM Manufacturing PMI tadi malam keluar di bawah
>> perkiraan pasar. Ditambah lagi dengan situasi PM Yunani meminta
>> diadakan referendum terkait program bantuan yg akan diberikan kepada
>> Yunani. Sehingga menjadi lengkap berita negatif yang muncul.
>>
>> Memperhatikan situasi yg belum kondusif yg ada di pasar, sebaiknya
>> untuk trading, hindari dulu market mengingat grafik masih belum
>> menunjukkan arah pergerakan naik. Fase ini bisa saja fase cooling
>> down dari kenaikan cepat di bulan Oktober, bisa juga arah pelanjutan
>> turun dari fase penurunan Agustus - September. Tinggal menunggu
>> bagaimana kekuatan pasar dalam menahan serangan negatif ini. Bila
>> cukup kuat menahan serangan negatif, maka fase ini bisa menjadi fase
>> konsolidasi. Bila tidak tahan, maka fase ini bisa menjadi fase
>> lanjutan penurunan.
>>
>> Untuk investasi, tetap fokus pada masalah FA emiten, dan makro ekonomi
>> Indonesia.
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke