porto loo kheng hong apa aja ya?
bole ditiru tuch biar nga cape2 riset :)

--- In [email protected], Dimas Yoga <dimasyoga.saham@...> wrote:
>
> Warren Buffett ala
> Indonesia?<http://nofieiman.com/warren-buffett-ala-indonesia/>June
> 22nd, 2011 *|* Investasi <http://nofieiman.com/category/investasi/>
> 
> Banyak orang berasumsi bahwa mayoritas pemain di bursa saham Indonesia
> adalah *trader* dan spekulan (*short-term*). Pertanyaannya, adakah pemain
> di bursa saham kita yang benar-benar investor fundamental (*long-term*)?
> 
> Sebenarnya beberapa pemain kelas kakap di negeri ini. Yang cukup besar dan
> menggurita mungkin bisa disebut Hary Tanoesoedibjo (MNC group) dan James
> Riady (Lippo group). Ada juga Danny Tanoto yang membandari Central
> Korporindo Internasional (CNKO) atau Benny Tjokro yang menjaga Mitra
> Adiperkasa (MAPI). Keduanya masih terafiliasi. Benny sendiri dulunya adalah
> putera mahkota dari Pemilik Batik Keris di Solo. Benny Tjokro juga ada
> kepemilikan di Rukun Rajarja (RAJA).
> 
> Berikutnya, ada Eddy Kusnadi Sariaatmadja yang merupakan eksekutif di PP
> London Sumatera Indonesia (LSIP), yang juga pemilik Elang Mahkota Teknologi
> (EMTK) dan Surya Citra Media (SCMA). Nama lain yang juga sering muncul
> adalah Edy Suwarno, yang berada di belakang Delta Dunia Makmur (DOID) dan
> Pan Brothers (PBRX). Ada juga nama Benny Wirawansa yang membidani
> pergantian pemilik BUMA dari PT. Texta Indonesia ke Northstar. Benny
> Wirawansa juga ada di belakang DOID dan Bumi Teknokultura Unggul (BTEK).
> Nama lain yang juga cukup dikenal adalah Prem Harjani dari Renaissance
> Capital. Sayangnya, nama-nama tersebut di atas belum bisa disebut sebagai
> investor jangka panjang.
> 
> Tapi ada dua nama yang cukup menarik perhatian saya: Surono Subekti dan Lo
> Kheng Hong.
> 
> Surono Subekti adalah orang di balik Multi Indocitra (MICE). Ia melakukan
> pembelian di harga rata-rata Rp 110-180 per lembar lewat broker Bhakti
> Sekuritas (EP). Surono Subekti adalah tipikal investor fundamental sejati.
> Dia berani masuk sekalipun tidak ada berita atau *corporate action*. Selain
> MICE, Surono Subekti juga memiliki Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) dalam
> jumlah besar. Beliau ini lulusan Akuntansi UNAIR, pernah bekerja di Bentoel
> dan Unilever, namun sekarang menjadi dosen dan juga menulis buku.
> 
> Tapi yang mungkin paling bisa disebut sebagai Warren Buffett-nya Indonesia
> adalah Lo Kheng Hong. Kakek ini mudah dikenali karena sering hadir pada
> RUPS/annual meeting dengan mengenakan *tracktop* atau *varsity jacket* warna
> merah marun khas Berkshire Hathaway. Orang yang mengenakan *tracktop*/*
> jacket* tersebut hanya orang-orang yang sudah lama memegang saham Berkshire
> Hathaway (BRK) dan langganan hadir di *annual meeting*-nya di Omaha.
> 
> Kakek Lo Kheng Hong ini kabarnya punya sekitar 200 ribu lot saham AMAG di
> harga beli sekitar Rp 80 per saham. Selain itu, nama kakek ini juga sering
> muncul sebagai pemegang saham yang cukup besar di saham-saham lain seperti
> Gajah Tunggal (GJTL), Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI), dan beberapa
> lagi lainnya. *Wisdom* dan *insight*kakek ini sungguh sangat berharga. Anda
> bisa melihat dari pertanyaan-pertanyaan yang beliau ajukan ketika hadir di
> RUPS.
> 
> Biarpun tidak mengenal dua nama terakhir tersebut secara pribadi, menurut
> saya, ada beberapa hal menarik yang bisa kita pelajari bersama. Pertama,
> menjadi investor jangka panjang perlu memahami potensi ekonomi, industri,
> dan kebijakan politik terkait dengan industri tersebut. Kedua, kita perlu
> menemukan perusahaan yang terbaik di bidang industrinya dengan valuasi yang
> relatif murah dibandingkan perusahaan sejenis namun dengan potensi
> pertumbuhan yang tinggi.
> 
> Berikutnya, kita perlu menentukan siklus pergerakan harga saham untuk
> menilai kapan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar. Tak kalah penting,
> investor fundamental juga perlu kesabaran tingkat tinggi hingga saham yang
> dimilikinya akan ter-*unlock* dan melejit ke harga yang "seharusnya." Dalam
> konteks ini, kita perlu tidak bicara bulanan atau tahunan, melainkan bisa
> belasan atau bahkan puluhan tahun.
> 
> Akhir kata, berinvestasilah sejak dini supaya Anda bisa memanfaatkan
> *compounding
> power* secara maksimal. Kedua, kalau Anda tidak mahir menentukan
> siklus/gelombang, maka gunakanlah metode sederhana *dollar cost
> averaging* dalam
> berinvestasi.
> 
> Sumber : http://nofieiman.com/warren-buffett-ala-indonesia/
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke