LKH setahu saya sekarang total asetnya sudah triliunan. Hanya invest di perusahaan yg terdaftar di BEI. Apalagi dia masuk ke perusahaan2 yg kemungkinan besar market cap nya di bawah 20 triliun alias bukan blue chips. Sehingga dengan begitu, tentu saja wajar dia mendiversifikasikan dananya yg triliunan itu sampai ke lebih dari 30 emiten. Ditambah lagi dia cenderung hanya ingin memiliki saham di emiten tersebut kurang dari 5% saja, sehingga tentunya di satu emiten, dia tidak bisa taruh rupiahnya terlalu besar.
Kalau kita punya katakan 100 juta saja, mendiversifikasikan sampai lebih dari 30 saham menurut saya menjadi tidak efisien lagi. Saya percaya, LKH waktu awalnya dulu juga tidak mendiversifikan dananya sampai lebih dari 30 saham di BEI :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/11/10 Agustin Eliasta <[email protected]> > > > Buat saya Lo Kheng Hong sangat menarik. > - Beliau menanamkan dana di lebih dari 30 saham, sesuatu buat para > pengajar atau penulis buku sangat tidak dianjurkan > - Beliau lebih tertarik menanamkan dananya di saham yang "awalnya" bukan > bluechip. > > Yang paling menarik adalah statement beliau dimana menurut beliau profil > orang Indonesia suka ikut-ikutan. Dan saya sangat setuju... > Minjam kata-kata Alexander Elder, jangan mencari Holy Grail. > Buat saya cari style kita masing-masing karena hal itulah tantangan > terbesar sekaligus mengalahkan emosi diri sendiri. > > > Happy investing & trading, > -- > Agustin > > > >
