selengkapnya  :
http://bei5000.com/?p=601


Sangat penting untuk memperhatikan TREND sektoral yang akan berkembang di bursa 
efek, karena dengan mengetahui trend sektoral yang sedang atau akan 
berkembang, kita bisa memperediki saham apa yang akan naik dengan tinggi.

Dalam 3 tahun terakhir ini trend yang berkembang adalah otomotif, ditandai 
dengan pertumbuhan penjualan mobil yang FANTASTIS. dari tahun ke tahun. Walau 
dikatakan tahun depan bakal bertumbuh hanya 5% , namun kok saya optimis ya 
bakalan bertumbuh lebih dari 20% kalau tidak ada kejadian spesial seperti 
tsunami jepang dan banjir thailand. 

Dan sesuai dengan kondisi alam indonesia sepertinya industri otomotif masih 
bisa bertumbuh di tahun depan apalagi suku bunga sudah turun 0,75 % dalan 
beberapa bulan terakhir, dari 6,75% menjadi 6%, dan hal ini akan ikut 
menyumbang kenaikan penjualan kendaraan bermotor karena suku bunga 
yang ditawarkan bisa makin murah, dan tentu sepertinya likuiditas akan makin 
meningkat. apalagi peosentase penjualan mobil di indonesia masih sangat rendah, 
per tahun mobil di Indonesia saat ini (diprediksi 900 ribu mobil terjual),.

HANYA 0,4% dari jumlah penduduk (220 juta jiwa). Bandingkan dengan China yang 
mendapai 1% dari jumlah penduduk dan amrik yang mencapai 2% dari jumlah 
penduduk. Maka potensi penjualan mobil di Indonesia masih sangat tinggi. Jadi 
buat sektor otomotif walau akan tersenda namun masih bisa bertumbuh dengan 
baik. Namun ada sektor lain yang saya lihat bisa berkembang JAUH LEBIH PESAT 
daripada otomotif. 

antara lain : BANKING dan CPO
kita bahas mulai dari Banking saja ya :
Banking ini, sangat dipengaruhi oleh yang namanya SUKU BUNGA BI RATE dan 
INFLASI. Makin rendah suku bunga SBI, maka margin bank akan makin tinggi, dan 
saat ini suku bunga BI RATE sudah mencapai rekor TERENDAH SEPANJANG SEJARAH 
(6%), dan mengingat saat ini inflasi juga masih di bawah 5%,maka tidak 
menutup kemungkinan suku bunga akan terus diturunkan hingga 5%. Dan benernya 
hal ini bagus agar rupiah tidak terlalu kuat sehingga  menghambat export.

Contoh BBRI, menurut simulasi saya. setiap penurunan suku bunga 25 basis point 
atau 0,25% maka BBRI berpotensi memperoleh tambahan laba sebesar 750 Miliar 
rupiah (0,25% x Asset BBRI sebesar 300 Trilliun). Kecuali jika tiba - tiba bank 
- bank menurunkan suku bunga kredit secara berjamaan, yang saat ini masih belum 
terjadi.

nah masuk ke INTI Tulisan ini...
menurut saya, sektr yang akan PALING BERKEMBANG adalah Sektor KOMODITAS, 
dan TERUTAMA CPO dilihat dari segi komoditas, harga komodtas saat ini terholong 
cukup tinggi (oil mencapai $98 per barrel) sementara harga CPO sendiri di tahun 
ini sudah bikin NEW high di awal tahun, walau terus turun , namun dalam 
beberapa hari terakhir ini naik dan sudah di atas MA 50 yang merupakan 
pertandah CPO memasuki masa Bullish. Dengan di Indonesia lagi musim hujan dan 
juga usia tanaman sawit yang mulai tua, akan membuat produksi CPO makin seret 
sehingga SANGAT BEPROTENSI menaikan harga jual CPO dan meningkatkan laba 
perusahaan CPO.

kita lihat contoh AALI : silahkan lhat
http://bei5000.com/chart/index.php?kode=aali


disana terlihat bahwa laba AALI di Q3 2011 sudah hampir menyamai keseluruhan 
laba di Q4 2010 bahkan kalau di proyeksikan ke FY2011 sudah bisa hampir 
menyamai laba Q4 2008 saat harga CPO mencapai puncaknya ( yang akhirnya 
puncaknya dikalahkan di awal tahun 2011) Silahkan lihat grafik harga cpo di 
bawah ini :atau di link berikut ini :
http://www.palmoilhq.com/palm-oil-prices/

CPO
terllihat kalau CPO saat ini sudah mencapai 5 Month High, dan juga cenderung 
ada pembalikan arah ke atas. maka sangat mungkin harga CPO bisa bikin new high 
lagi, apalagi dengan harga minyak dunia yang makin meningkat. Serta yang paling 
penting, ada 7 Miliar penduduk dunia yang sebagian besar memerlukan CPO untuk 
memasak, akan memastikam bahwa kebutuhan akan CPO terjamin. 

 
=======================================
bei5000.com

Kirim email ke