http://bei5000.com/?p=615

Selama ini, US selalu diserbu oleh produk – produk jepang, yang membuat barang 
US sendir kalah di kalah di kandang, karena barang jepang lebih murah, ditambah 
lagi dengan barang china yang membanjiri pasar US.
Hal ini mirip dengan hubungan dagang antara Indonesia dan Thailand, dimana 
untuk industry makanan dan otomotif, masih cukup banyak dipasok dari Thailand, 
danproduk makanan Thailand mengalahkan produk makanan Indonesia. Sangat wajar, 
sebab buah – buahan dari Thailand, kualitasnya jauh melebihi yang local.
Dengan adanya Tsunami jepang dan Banjir Thailand, efe pertama akan dirasakan 
oleh US, dimana menurut saya lapangan pekerjaan di US akan bertambah dan hal 
ini sudah terbukti dengan tingkat klaim pengangguran US yang terus turun. Hal 
ini disebabkan karena Jepang akan kekurangan produksi sehingga mobil buatan 
dalam negeri US akan makin laku dan membuat tenaga kerja bertambah.
Efek kedua akan kerasa ke harga minyak yang naik, dimana pembangkit listrik 
nuklir di Jepang rusak sehingga jepang harus meng-import minyak bumi dalam 
jumlah yang besar, kalau tidak salah dikatakan per bulan jepang perlu 
meng-import tambahan minyak dunia sekitar USD 3 Miliar minyak bumi untu bisa 
memenuhi kebutuhan akan energy, sehingga hal ini bisa menaikan harga Minyak 
dunia. 3 Miliar Dollar per bulan sama dengan +- 30 Juta barrel per bulan atau 
setara dengan 1 juta barrel per hari. 1 Juta barrel per hari itu sama dengan 
110% produksi harian minyak di SELURUH INDONESIA…Itu hany atambahannya saja, 
bleum termasuk kebutuhan yang sudah – sudah.
Efek ketiga, dari tambahan import jepang, akan memberikan dukungan tambahan 
terhadap kenaikan harga minyak dunia, dan tentu harga CPO yang biasanya 
mengikuti harga minyak dunia juga akan naik, jadi harga CPO juga bisa naik,dan 
akan memberikan efek kepada ekonomi Indonesia, dimana ekonomi Indonesia juga 
ditopang oleh sector CPO. Apalagi ekonomi di luar pulai jawa.
Sehingga dengan meningkatnya harga CPO maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pun 
akan makin tinggi. Selai itu karena import buah – buahan dan beras dari 
Thailand menurun, maka akan memberikan ruang gerak bagi produsen Indonesia 
untuk mengambil keuntungan.
Dampak berikutnya adalah ada potensi pabrikan otmotif akan dipindahkan dari 
jepang dan Thailand ke Indonesia, minimal mereka aka berpikir untuk 
disversifikasi lokasi produksi. Dan memiliki wilayah di Indonesia yang cukup 
tahan terhadap bencana alam, missal di Kalimantan yang sangat jarang terjadi 
gempa, sehingga pertumbuhan ekonomi di luar pulau jawa juga bisa ikutan naik.
 
=======================================
bei5000.com

Kirim email ke