Pasar Asia Merespon Negatif Supercommittee, Rating AS Bisa Angkat IHSG Ipotnews--Pasar finansial di Asia merespon negatif terhadap kegagalan Supercommittee Kongres Amerika Serikat yang gagal mencapai kesepakatan untuk memangkas defisit anggaran senilai $1,2 triliun.
"Saya dapat melihat pasar begitu kecewa terhadap kegagalan tersebut," ujar Menteri Keuangan Jepang Jun Azumi seperti dilaporkan AFP. Azumi mengacu kepada jatuhnya bursa Wall Street yang terjadi semalam akibat gagalnya kesepakatan supercommittee kongres. Azumi menambhakan, situasi yang terjadi di Wall Street tersebut akan berdampak terhadap pasar finansial Jepang. Dalam pembukaan transaksi hari ini, indeks Nikkei 225 di Tokyo Stock Exchange jatuh 0,59 persen 30 menit setelah pembukaan perdagangan. Secara keseluruhan bursa Tokyo melorot 1,01 persen hari ini. Selengkapnya: http://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Pasar_Asia_Merespon_Negatif_Supercommittee__Rating_AS_Bisa_Angkat_IHSG&level2=newsandopinion&id=838199&img=level1_topnews_2&urlImage=bursa%20asia.jpg ________________________________ Dari: sinta sari <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Selasa, 22 November 2011 10:33 Judul: [saham] Laba Bumi Resources Cuma Naik 3,9% Jual deh, saham sampah... Laba Bumi Resources Cuma Naik 3,9% Okezone.com, Jakarta - Laba bersih PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat sebesar USD241,89 juta pada akhir kuartal III-2011, cuma naik 3,9 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar USD232,8 juta. Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama BUMI Asi Saptari Hudaya dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (22/11/2011). Pendapatan produsen tambang itu mengalami peningkatan menjadi USD2,9 miliar pada sembilan bulan pertama 2011 ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya USD2,1 miliar. Laba kotor perseroan pun naik jadi USD1,16 miliar dari sebelumnya yang sebesar USD196,23 juta. Lalu laba usaha juga naik jadi USD839,8 juta dari sebelumnya USD561,12 juta. Lalu perusahaan mendapatkan laba dari transaksi derivatif sebesar USD124,98 juta, padahal pada periode sebelumnya perseroan membukukan kerugian sebesar USD35,8 juta. Perseroan juga mencatatkan kerugian dari pembatalan penjualan saham sebesar USD38,9 juta. Di sisi lain, jumlah liabilitas dan ekuitas perseroan mengalami peningkatan jadi USD7,6 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD7,3 miliar.
