Menarik sekali, mencermati beberapa emiten seperti kurang mendapatkan
ekspose atau berhasilkan mengendalikan ekspose media lokal ketika justru
ramai diberitakan oleh media luar, khususnya untuk peristiwa penting yang
potensial berimplikasi buruk bagi para pemegang saham minoritas.

Menunggu beberapa hari, ternyata belum ada liputan yang signifikan. Reuters
memberitakan pada Senin pagi perihal somasi dari mitra usaha PT Bayan
Resources (BYAN) asal negeri kangguru, White Energy yang dikenal sebagai
pengembang batubara ramah lingkungan. White Energy telah menyampaikan
somasi dengan tenggat waktu tujuh (7) hari bagi BYAN untuk mengkoreksi
pelanggaran kontraktual yang dilakukannya sebagai penyedia batubara untuk
proyek konsorsium yang juga melibatkan BYAN. White Energy berkolaborasi
dengan BYAN membentuk PT Kaltim Supacoal (KSC) dengan komposisi kepemilikan
51:49.

BYAN menolak meneruskan kontrak suplai batubara sebesar 1 juta ton/tahun
dengan pertimbangan harga jual langsung untuk pasar ekspor lebih menarik.
BYAN kemudian mengajukan tawaran untuk tetap melanjutkan suplai dengan
persyaratan White Energy bersedia membeli sisa kepemilikan saham BYAN di
KSC sebesar $45 juta. White Energy menolak tawaran ini dan berpegang teguh
kepada kesepakatan kontrak.

Manajemen White Energy menegaskan akan terus menempuh segala upaya hukum
dan komersial yang ada.

http://www.reuters.com/article/2011/11/21/us-whiteenergy-indonesia-idUSTRE7AK00U20111121

'+'
-- 
Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo

Kirim email ke