Dia adalah "Miss" (negative) vs Mr positive01 (bullisher) Bingung bingung deh ! Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: "tongnyangkong" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 23 Nov 2011 08:28:55 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Terrifying Re: What to Expect: Cerita Seputar Teknikal; PGAS Penuhi Janji 'Bear Pennant' Makanya saya bilang Miss Elaine adalah the perfect Bearisher than the Bullisher man. He is a great. --- In [email protected], "iching_prediction" <iching_prediction@...> wrote: > > wajarlah mengerikan...kan TA termasuk dalam kategori 'ilmu hitam' alias > voodoo finance :) > > > > --- In [email protected], positif01 <positif01@> wrote: > > > > Strictly technical, mengerikan, menyeramkan dan menakutkan menyaksikan > > perkembangan grafik terkini PGAS dan mendengarkan 'alert' terbaru atas > > volatilitas saham ini. Target berikutnya Rp2.600 sebagaimana artikel kami > > sebelumnya di bawah ini (10 November) sulit untuk tertahan. > > > > '+' > > > > 2011/11/10 positif01 <positif01@> > > > > > Berikut 'sneak preview' (Attachment 1) blog. Salinan teks lengkap ada di > > > bawah 'sneak preview'. > > > Jadwal rilis harian 'regular updates' dan informasi lainnya sebelum blog > > > 'fully published' akan disertakan pada 'flash update' twitter setelah > > > Oktober. 'Flash update tweet' akan lebih awal daripada pemuatan pada > > > milis, > > > Indikasi waktu rilis 'flash update tweet' sebagai berikut: > > > - World Daily Important Notes (08:00 AM BBWI) > > > - US/Indo Markets Update (08:30 AM BBWI) > > > - Indo Daily Foreign Distribution List (09:00 AM BBWI - rilis ketika > > > 'market status' untuk Indonesia yang muncul pada US/Indo Markets Update: > > > "Confirmed Uptrend") > > > > > > Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo > > > > > > *Attachment 1*: 'sneak preview' > > > > > > [image: What to Expect-PGAS Penuhi Janji 'Bear Pennant'.gif] > > > > > > Salah satu kendala klasik yang banyak dihadapi oleh para 'market > > > technicians' atau mereka yang berkecimpung dalam dunia analisis teknikal > > > dalam mengelola dan mengembangkan seperangkat indikator atau kompas pandu > > > teknis berbasis graifk adalah 'lagging' atau keterlambatan. Mayoritas > > > indikator berbasis momentum yang mendasarkan keputusan kepada pergerakan > > > harga di masa mendatang justru baru bisa mengkonfimrasi setelah pergerakan > > > harga di masa mendatang tersebut menjadi fakta historikal yang sudah > > > selesai. Barulah si 'market technician' terpuaskan atas konfirmasi beli > > > atau jual yang ditandai dengan apa yang disebut sebagai 'cross-over'. > > > > > > Persoalannya adalah momentum pergerakan yang berbobot besar dalam waktu > > > pendek, khususnya bagi para 'short-termers' dipastikan sudah lewat. Satu > > > waktu mungkin masih ada yang tersisa, tapi di banyak waktu lebih sering > > > menjadi korban umpan lambung terakhir. > > > > > > 'Market discounts everything' atau pasar akan selalu mendahului, begitu > > > juga pelaku pasar. Aturan klasik yang mensyaratkan 'cross-over' atau > > > perlintasan garis tertentu terhadap garis sinyal yang lain seperti lazim > > > ditemukan dalam sejumlah indikator momentum, tidak lagi ditunggu oleh para > > > pelaku pasar. Karena simpel, 'Market discounts everyhting'. Pada akhirnya > > > yang menjadi kenyataan, mayoritas indikator teknikal 'lagging' seperti ini > > > menjadi usang efektivitasnya, terlebih setelah indikator yang telah > > > dikustomisasi sekalipun, diumumkan dan disebarluaskan. > > > > > > Sebagian kecil yang lain yang lebih pas dengan prinsip semakin rumit > > > semakin yakin, bukan karena rumit maka lebih menjamin, mencoba mencari > > > senjata pamungkas dengan menghitung-hitung 'waves' atau 'cycles' ketimbang > > > menghitung-hitung proyeksi laba rugi dalam konteks 'money management'. > > > Sayangnya, belum sampai kepada perdebatan subyektivitas interpretasi hasil > > > akhir analisis, baru sampai kepada memulai pnerapan analisis saja sudah > > > dipusingkan dengan perdebatan di mana 'wave' sekiannya harus dimulai. > > > Dengan kemujaraban analisis yang jelas belum tentu, pengguna analisis > > > sudah > > > lebih dahulu dipusingkan dengan proses kerja. Dalam hal ini, indikator > > > momentum yang 'lelet' sebelumnya secara pragmatis masih lebih 'worthed' > > > ketimbang kerumitan indikator hitung-menghitung ini. Lebih ironisnya, jika > > > ekses dari 'kerumitan' indikator teknis semacam ini meninggalkan dampak > > > psikologis bagi para penggunanya, yaitu penyakit 'inkonsistensi' atau > > > 'plin-plan' yang tampak dari simptom ubah-mengubah hitungan 'waves'. > > > Argumen bahwa strategi teknikall harus menyesuaikan dinamika pasar lebih > > > tepat diberikan kepada hasil akhir interpretasi, bukan sejak proses kerja > > > analisis dilakukan. > > > > > > Sebenarnya apa yang banyak diterapkan secara riil dan praktis bagi para > > > 'market technicians' di 'brokerage house' yang melakukan transaksi riil > > > tidak hanya sebatas mengajarkan indikator? Yang jelas dari hasil > > > penelusuran sejumlah jaringan kami, indiktaor teknikal yang dipergunakan > > > selain mengedepankan obyektivitas dalam proses kerja juga mampu > > > mengeliminasi sejumlah kelemahan 'lagging' pada mayoritas indikator teknis > > > momentum. 'Volatility', 'Divergence' dan 'Chart Pattern' menjadi tiga > > > serangkai utama yang dipergunakan dalam upaya menaklukan pasar. Meski > > > berangkat dari data historikal yang sama dengan sang 'lelet' dan sang > > > 'rumit', tetapi teknik memahami pergerakan dan pengambilan keputusan tidak > > > menunggu harga bergerak berhari-hari lebih dahulu. > > > > > > Apakah indikator teknikal 'volatility', 'divergence' dan 'chart pattern' > > > tersebut, tidak menjadi pokok bahasan dalam artikel ini, selain kami > > > hendak > > > menyampaikan indikator teknikal apa yang paling 'workable' atau bermanfaat > > > dalam praktik 'trading' riil dari beberapa 'brokerage houses' besar. > > > > > > Sehubungan dengan judul artikel, PGAS, dari indikator teknikal volatilitas > > > yang kami acu (tetapi untuk tidak dijelaskan karena 'proprietary'), tampak > > > volatilitas bergerak turun mendekati level ekstrim, menandakan akan ada > > > "ledakan" pergerakan harga. Salah satu indikator teknikal volatilitas yang > > > beredar luas untuk para 'market technicians' baru ('newbie'), di antaranya > > > Bollinger Band. Biasanya para 'newbie' mengacu kepada luas sempitnya ruang > > > antara 'upper band' dan 'lower band' untuk menyimpulkan bahwa volatilitas > > > sudah cukup tertekan dan siap meledak. Persoalannya, tidak ada bagian dari > > > 'tool' Bolinger Band ini yang menjelaskan seberapa ekstrem level > > > volatilitas tersebut. > > > > > > Nah, kembali ke PGAS, selain level volatilitas PGAS per penutupan 09 > > > November sudah menciut pada level ekstrem yang siap meledak, rentang > > > 'high' > > > dan 'low' candle PGAS kemarin merupakan rentang tersempit dalam beberapa > > > hari terakhiryang mengkonfirmasi volatilitas tersebut. Yang perlu dicatat, > > > volatilias tidak menentukan akan naik atau turun, tetapi menentukan apakah > > > akan ada ledakan harga dengan bobot signifikan ke depan. Dan itu yang > > > dicari oleh para 'traders' untuk memaksimalkan 'reward' terhadap 'risk'. > > > Strategi yang lazim digunakan para 'traders' adalah dengan mengunci posisi > > > melalui 'limit order' yang otomatis mengeksekusi posisi 'long' jika > > > pasa-sinyal volatilitas harga bergerak ke atas, atau 'short' jika ternyata > > > bergerak turun. > > > > > > Untuk mengukur probabilitas sebagai acuan ekstra terhadap volatilitas, > > > 'chart pattern' yang tampak dari PGAS ke depan, setidaknya 'short-term' > > > menandakan pergerakan turun sebagai realisasi dari pola 'bear pennant' > > > downtrend continuation dalam Chart di bawah ini. Target harga 2.900 dan > > > berikutnya 2.600 menjadi pegangan dalam mengantisipasi pergerakan harga > > > PGAS ke depan. > > > [image: Picture] > > > <http://indosmallcap01.weebly.com/uploads/8/9/4/1/8941024/8404765_orig.gif> > > > Ingat, tidak ada jaminan dalam analisis apapun bahwa harga akan bergerak > > > sebagaimana ekspektasi. Masih ada yang lebih penting daripada sekadar > > > analisis, yaitu manajemen reaksi. Mengetahui apa yang dilakukan pada saat > > > 'worst scenario' mutlak harus dikuasai oleh para 'traders' sebelum > > > transaksi dilakukan. Melindungi modal adalah 'step' awal, adapun 'profit' > > > hanyalah bonus dari keputusan transaksi yang tepat dari sebuah > > > pertimbangan, bukan lemparan dadu. > > > > > > '+' > > > -- > > > Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo > > > > > > > > > > > -- > > Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo > > >
