Melirik Potensi Bisnis Jababeka

Jakarta Sebagai pengembang kawasan industri nasional, PT Jababeka Tbk (KIJA) 
terus berkembang menjadi daerah permukiman dengan kawasan industri mandiri yang 
menampung lebih dari 1.400 perusahaan nasional dan multinasional.

Memiliki kawasan industri dengan lahan pembangunan 5.600 hektar di kawasan 
terpadu Kota Jababeka dan lahan yang berada wilayah Cilegon, Banten, seluas 
1.000 hektar, memberikan akomodasi bagi bisnis berskala menengah dan industri 
berat untuk terus bertumbuh.

Perseroan juga terus berkembang menjadi perusahaan terpadu yang menawarkan kota 
permukiman, infrastruktur, dan fasilitas logistik.

Kegiatan bisnis PT Jababeka Tbk saat ini dibagi menjadi 8 segmen antara lain 
industri, perumahan, komersial dan bisnis, infrastruktur, energi, pendidikan, 
fasilitas pendukung dan hiburan, serta dry port.

Head of Research E-Trading Securities Betrand Raynaldi dalam riset yang dikutip 
IMQ mengatakan kawasan industri ini terus mengalami perkembangan. Hal ini 
terlihat dari hingga kuartal III tahun ini KIJA berhasil membukukan penjualan 
sebesar Rp 603 miliar dengan laba bersih yang tercatat sebesar Rp124 miliar 
atau EPS sebesar Rp6,30.

Apabila mengacu pada pertumuhan sebelumnya (YoY) maka pertumbuhan pendapatan 
perseroan di tahun 2010 dari tahun 2009 naik sebesar 52%. Maka dengan acuan 
tersebut diharapkan KIJA berhasil membukukan penjualan sebesar Rp900 miliar, 
ungkapnya.

Namun menurutnya, melihat pencapaian tersebut kemungkinan besar tidak akan 
tercapai dimana target yang diharapkan akan mencapai 51% dari penjualan di 
akhir kuartal III.

Mengacu pada pendapatan Q1- Q3, kami melihat pencapain yang kemungkinan bisa 
diperoleh adalah senilai Rp 753 miliar atau 25% dari total pendapatan di Q3. 
Dengan asumsi tersebut maka laba yang diperkirakan sampai akhir tahun bisa 
mencapai Rp155 miliar atau EPS sebesar Rp7,83x, ungkapnya.

Melihat PER average Industri sebesar 21,17x, maka harga saham KIJA sampai akhir 
tahun kemungkinan bisa mencapai Rp 166 per saham

Ditopang adanya kontribusi penjualan lahan, dengan mengasumsikan penjualan dan 
laba bersih yang juga naik sesuai pertumbuhannya tentunya akan menaikkan lebih 
tinggi lagi kedepannya, maka harga saham KIJA juga berpotensi akan lebih baik 
lagi kenaikannya pada akhir 2012 nanti.

Sebelumnya, Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi, seiring 
dengan kinerja yang cukup baik serta adanya akuisisi yang akan dilakukan 
terhadap PT Banten West Java Tourism Development dan saham PT Tanjung Lesung 
Leisure Industry, KIJA dapat rebound kembali.

Namun, untuk investor lebih baik wait and see terhadap keadaan bursa regional 
terlebih dahulu untuk dapat melakukan buy on weakness, tuturnya.

Pada penutupan perdagangan, Selasa (22/11), saham KIJA ditutup pada level Rp157 
per saham dengan volume sebanyak 41,540 juta lembar saham senilai Rp6,75 
miliar. 

http://www.imq21.com/news/read/44976/20111123/080510/Melirik-Potensi-Bisnis-Jababeka.html


Regards - abri

------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke