Dapat harga lbh rendah tp klo kyk KARK gimana? kenapa ga ditanyain ama BEI 
saham dari 100 perak bisa cuman 30 perak di nego..itu jelas merugikan investor 
retail


--- Pada Jum, 25/11/11, katrin <[email protected]> menulis:

Dari: katrin <[email protected]>
Judul: Re: [saham] Saham saham laknat.
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:58 PM








 



  


    
      
      
      












Bedanya kalau di idx, cuman ikut-2an gaya tapi  circuit breaker nya cuman ke 
atas, manual dan suka kelamaan gak di reset ulang :d

Kalau dah makin banyak hft,  system ama teknologi nya idx gak bakalah bisa 
nahan :d

Paling kalau kelewat kejem cuman di telpon ajah :d

sent with love®From:  Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Fri, 25 Nov 2011 21:49:20 +0700To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Saham saham laknat.

 



    
      
      
      Kalau saham naik tidak wajar, khan bisa bikin rugi pelaku pasar yg masuk 
belakangan yg beli karena berdasarkan rumors atau tegiur kenaikan yg 
mengesankan dalam waktu singkat sehingga berharap akan naik seperti itu lagi di 
hari2 berikutnya. Kira2 mirip seperti kasus anturium beberapa tahun yg lalu. 


Kalau harga saham turun cepat dalam waktu singkat, selama sifatnya bukan 
nasional alias hanya per saham, tidak terlalu masalah, karena toh kalau yg mau 
masuk/beli malah dapat harga lebih rendah. 

Jadi, saya perhatikan kenaikan tidak wajar, memang perlu dilakukan suspensi.

Di bursa AS juga begitu koq, sahamnya akan dihentikan sementara waktu bila 
terjadi kenaikan yg tidak wajar.

Semoga bermanfaat.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/11/25 Agus Surya <[email protected]>








        


























Nah.. Suhu saham udh beri penjelasan nih. :)

Sekalian bertanya bang kenapa aturan UMA dibuat hanya utk saham yg bergerak 
naik tdk wajar sdg khan yg turun tdk wajar dibiarkan? Mgkn bang ian yg telah 
puluhan tahun berkecimpung di BEI bisa memberi sedikit cerita asal muasal UMA.




SalamFrom:  Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Fri, 25 Nov 2011 21:18:04 +0700To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Saham saham laknat.

 



    
      
      
      Apa Pak Sinto dan juga rekan2 lainnya sudah tahu kalau di bursa kita ada 
yg namanya pasar Negosiasi?
GTBO sejak di suspend di pasar regular dan di pasar tunai, di pasar negosiasi 
tetap bisa diperdagangkan. Jadi, saya pikir urusan di suspend nya suatu saham 
karena UMA tidak perlu terlalu dipermasalahkan, karena beli jual tetap bisa 
dilakukan melalui pasar negosiasi. Silakan di cek transaksi hari2 ini dan hari2 
sebelumnya dengan kode  GTBO.NG



Semoga bermanfaat.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/11/25 Sinto Sugiyo <[email protected]>









        

















Porto folio merah..gampang jurusnya tinggal keep or cut..klo saham disuspend 
kan uang kita ga bisa berputar...saham kyk star turun byk dibiarin..saham lagi 
naik byk krn lap keu bagus disuspend..yg betul itu seharusnya waktu saham naik 
byk..dibiarin diawasin..trus begitu mau turun baru disuspend biar BD nya ga 
sempet buang..he3




--- Pada Jum, 25/11/11, taufik a.w <[email protected]> menulis:


Dari: taufik a.w <[email protected]>
Judul: Re: [saham] Saham saham laknat.
Kepada: [email protected]


Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 9:06 PM








 



    
      
      
      












Maksudnya apa pak agus? Sabar walau semua portonya merah (nyangkut) gitu???? 
Wakakakakaka.....saya kan belajar dari pak agus :)




Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  "Agus Surya" <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Fri, 25 Nov 2011 13:56:40 +0000To: saham 
milis<[email protected]>ReplyTo:  [email protected]
Subject: Re: [saham] Saham saham laknat.

 



    
      
      
      












Betul.. 
Belajarlah dari pak taufik.. :)



SalamFrom:  "taufik a.w" <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Fri, 25 Nov 2011 13:36:09 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Saham saham laknat.

 



    
      
      
      












Sabang bar.......





Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  Sinto Sugiyo <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Fri, 25 Nov 2011 21:09:35 +0800 (SGT)To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Saham saham laknat.

 



    
      
      
      Yang Bajingan mafia itu BEI..saham naik disuspend padahal alasan jelas 
dari FA ..GTBO..Go to hell pengurus BEI..gimana kasus sarijaya..bangsat2 itu 
mafia keuangan..



--- Pada Kam, 24/11/11, panda <[email protected]> menulis:

Dari: panda <[email protected]>


Judul: Re: [saham] Saham saham laknat.
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 24 November, 2011, 11:03 PM








 



    
      
      
      












Hahahahahaha, mantap jawabannya, bener2 kata yang pas adalah "apes"
Walaupun dari 438 saham yang ada bisa benar dan akurat dalam memprediksi 
kenaikan harga walaupun dengan ilmu cetek seujung jari :)
 dari pada prediksi dari banyak saham tersebut banyak salahnya dan cl terus 
walaupun dengan ilmu yang dirasa full dan tingkat kepercayaan diri yang tinggi



Hehehehehehehe
 Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!From:  positif01 <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Thu, 24 Nov 2011 17:41:25 +0700To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Saham saham laknat.

 



    
      
      
      Ada 438 saham di bursa efek Indonesia, ada 8000 saham di bursa saham 
Amerika. Kenapa pilihan bisa jatuh ke saham A atau B. Itu biasanya ciri-ciri 
apes yang berakhir apek bukan?
Kalau Anda investor institusi atau seasoned individual investor/trader, Anda 
sudah familiar dengan namanya 'stocks universe' dan kemudian mengerucut menjadi 
'market investable'. Itu seleksi profesional yang dilakukan investor/trader 
serius yang mempertimbangkan market cap, free float dan likuiditas sebagai 
seleksi tahap awal. Jadi dari 438 mungkin hanya 100-an yang masuk kualifikasi 
layak. Itu bedanya, Anda dan mereka, karena kalau mereka kena 'suspen' tidak 
mungkin kena suspen karena saham bernama GTBO, mungkin ASII atau paling jelek 
LPCK.:d Nanti 'summary'-nya ada di stock selection criteria pada web kami 
sebagai sampel.



Kenapa Anda bisa "kena" GTBO? Nah, baru saja ketemu jawabannya. Mari kita 
ucapkan sama-sama: "Apes!"
'+'

2011/11/24 panda <[email protected]>


















 



  


    
      
      
      












Sy rasa ini ga oot kok, masih berhubungan ya.... Pendapatnya ada benarnya
Yang salah adalah apes kalo bukan krn pergerakan sahamnya tapi kek aturan 
gemblung, maklum masih nyangkut di GTBO nih, kalo kek gini apesnya gimana dong?



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!From:  [email protected]
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 23 Nov 2011 08:35:18 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Saham saham laknat.

 



    
      
      
      












Iya nih, kok ngga disemprit ya sama bang Ian OOT macem begini di jam trading, 
lagipula msh lebih bagus OOTnya pak tobeno nih hehee 

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphoneFrom:  "tobeno" 
<[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Thu, 24 Nov 2011 08:32:58 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Saham saham laknat.

 



    
      
      
      















Setuju, makin lama makin "LIAR" yang baca jadi "LIER" akibatnya yang serius 
jadi ke "LUAR".



"To achieve superior performance, you have to be different from the majority."


From:  [email protected]
Sender:  [email protected]
Date: Wed, 23 Nov 2011 08:02:53 +0000To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Saham saham laknat.

 



    
      
      
      












Ini semakin hari kayanya milis ini semakin ngga jelas aja nih, wait n see deh 
kalo masih seperti ini juga mendingan unsubscribe deh hehee

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


From:  positif01 <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Thu, 24 Nov 2011 14:53:25 +0700To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [saham] Saham saham laknat.

 



    
      
      
      Sejak kapan saham sebagai nomina atau benda bisa diberikan 
adjektiva/sifat baik atau buruk, nikmat atau laknat. Yang lebih tepat 
diatribusikan/diberikan sifat itu pengguna bendanya, yaitu pelaku pasarnya, 
untung atau sial, angpao atau apes. 




Saham bergerak ke sana ke sini bukan karena sahamnya yang bergerak, Anda yang 
apes yang ikut menggerakkan, dan jangan lupa mereka di sana yang dapat angpao 
jadi mitra dagang Anda. Sahamnya sih begitu-begitu saja.




Saham bukan untuk dicintai atau dibenci, tetapi dimanfaatkan. Beli kalau akan 
naik, Short-sell kalau akan turun.
Dibicarakan dalam 'training' juga tidak ada pengaruh apa-apa. Yang menggerakan 
saham, pihak-pihak yang sudah lupa kapan terakhir kali ikut 'training', atau 
kalau masih perlu ikut 'training' tidak mungkin punya kapasitas dan akses ke 
dana yang besar untuk menggerakan saham. Anda yang apes justru yang menggerakan 
para 'trainer' untuk bisa melanjutkan kehidupannya at your training cost. Rugi 
dua kali dong ya, dari trading dan training. :d




'+'

2011/11/24 Saham Jahanam <[email protected]>

















 



  


    
      
      
      Mohon 
diwaspadaihttp://pojoksaham.com/2010/01/19/6-saham-indonesia-paling-laknat/ + 
BORN + STAR.



yang seperti ini gak bakal disebut dalam training saham manapun, hanya 
pengalaman saja yg berbicara.   

    








    

    
     

    










    
     











    

    
     

    
    






  










    
     











    

    
     

    
    






  









-- 
Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo








    
     

    










    
     

    









    
     

    









    
     

    









    
     

    
    






  









-- 
Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo







    
     

    










    
     








    
     

    











    
     

    









    
     

    









    
     















    
    














    
     

    










    
    


















    
     

    










    
     

    
    






  



Kirim email ke