Casse Bapak sangat merugikan buat perusahaan sekuritas, ambil contoh sederhana lagi yang paling mudah. Tapi kali ini tidak melibatkan portofolio
Contoh : Dana endap di rekening dana investor = 100 juta Portofolio (karena sudah jualan habis misl seminggu lalu) = 0 (nol) Andai kita membeli pada senin saham senilai 100 juta, lalu pada hari itu sesi 1 saham turun sampai terpaksa harus rugi misl. 20%, lalu seandainya curang kita tidak mau menanggungnya. Kita tarik dana cash di rek dana inv seluruhnya 100 juta pada senin sore itu. Setelah Tplus 2 atau 3 pagi-pagi sekuritas hendak memindahkan dana dari rek dana inv dan ternyata sudah NOL ? Sementara selama 3 hari setelah pembelian saham terus turun dan jaminan sudah tidak ada, bukankah perusahaan sekuritas bisa bangkrut karena kejadian ini ? Saya kira kalaupun dibuat online antara saldo di Bank dengan sekuritas yang terupdate setiap saat mungkin bisa, tapi saya kira belum mampu diikutin oleh sekuritas karena biayanya sangat mahal, beberapa waktu lalu kita mendengar Bank Mandiri dan Bank BCA menjalin kerjasama transfer real time yang selama ini tidak bisa, biayanya diumumkan kalau tidak salah jutaan dolar hanya untuk menyamakan sistem kedua bank tersebut. Kalau perusahaan sekuritas disuruh membayar katakanlah cuma 500 ribu dolar rasanya bakal banyak perusahaan yang tidak sanggup, 500 ribu itu setara Rp 4,5 milyar. Padahal MKBD yang bukan uang hilang mau dinaikan dari 25 ke 50 milyar saja sudah beberapa sekuritas ribut mau tutup, apalah 4,5 milyar uang hilang untuk upgrade samain system supaya bisa online bersama. Kejadian Bapak mungkin harus dipikirkan cara penyelesaiannya, setidaknya suspend rekening dana investor lebih dahulu sampai system berfungsi atau menurut saya dibatalkan dan full lewat rekening KPEI di Bank Indonesia alias mulai dari nol lagi, karena dengan cara sekarang saja potensi jika Bank ditutup, siapa yang mau menanggung kerugian ? Semua berharap terbaik tetapi Lehman Brothers saja bisa ditutup. --- In [email protected], "panda" <panda.kuswadi@...> wrote: > > Kalau soal rumor atau katanya saya pastikan tidak pak, krn memang benar itu > yang sy lakukan selama ini > > Sy memang ga pernah itung2 masalah margin yang saya dapatkan selama ini krn > buat saya itu bukan uang saya, walaupun sesekali saya pernah menggunakan, sy > sendiri tidak pernah meneliti apakah setelah saya melakukan pemindahan > sendiri, lantas dana plafon pembelian otomatis berkurang, hanya saja memang > 2bln terakhir sy dapat tambahan menu mengenai cash n porto projection di > oltnya, bisa jadi sekarang jadi online antara broker dan bank > > Nanti sy coba liat ya, bukan mau memanfaatkan, tapi benar yang bapak bilang, > demi kemajuan bersama dan perbaikan kedepan sy akan lakukan dan jika benar > tdak online sy akan laporkan kekurangan ini ke broker saya > Walaupun kecil kemungkinan terjadi tapi selama ada kemungkinan sy rasa memang > perlu ada yang peduli > > Ada juga soal aturan di perbankan transfer max perhari utk trk via intenet > banking (biasanya 100 juta), apakah dgn ini bisa diatasi atau diminimalkan? > Krn saya ga ada niat apa2 jadi malas ngitungnya :d hehehehehe > > Btw nice to discuss with u.... > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: "tongnyangkong" <tongnyangkong@...> > Sender: [email protected] > Date: Sat, 26 Nov 2011 17:44:58 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: Bls: Bls: [saham] Rekening Investor (Rekening Settlement > Investor ) > > itu jelas kesalahan sistem dong Pak, kebetulan Bapak orang baik tidak menyala > gunakan sistem tersebut. > > Ambil contoh saja : > Rek dana Inv tercatat bernilai Rp 100 juta > Portofolio tercatat bernilai Rp 100 juta (ambilah saham grade A, sehingga > DDJP bernilai sekitar 80 juta). > > Berarti kan plafon Bapak (100+80) x 3 atau sekira 540 juta (ini perhitungan > sederhana, krn sekuritas hitungnya bukan seperti ini tapi intinya kurang > lebih senilai Rp 540 juta) > > Nah kalau dana tunai di rek dana inv Rp 100 juta Bapak kurangi menjadi > katakan Rp 50 juta, otomatis nilai plafon pembelian Bapak menjadi (50+80) x 3 > = Rp 390 juta. > > Beda 540 - 390 = 150 juta. > > Kalau Bapak tidak salah gunakan plafon tersebut alias membeli hanya 100 juta > seperti dana tunai sebelum pemindahan, bukan masalah. tapi kalau Bapak beli > saham senilai (setelah mempertimbangkan DDJP) menjadi 540 juta dan besoknya > ada trouble kejatuhan seperti pada 2008 every day is autoreject down, maka > hal tersebut akan jadi masalah khususnya nasabah yang tidak mau tanggung > jawab atas pembelian senilai 540 juta tersebut meskipun diforce sell > sekalipun. Plafon 130 akan sulit menutup penurunan nilai portofolio 540 juta > (atau hanya 24% dari aset pdhal dengan aset 180 juta saja belum tentu cukup > apalagi cuma 130 juta. > > System di perusahaan sekuritas kan mencatat jaminan Bapak sebesar Rp 100 > juta, bukan Rp 50 juta yang telah berubah. Kalau systemnya sudah atau terus > update mungkin trouble akan minimal tapi tetap tidak boleh dirubah tanpa > otorisasi dari perusahaan sekuritas. Ambil contoh saham di KSEI milik kita > mau apapun kita tidak bisa merubahnya tanpa melalui perusahaan sekuritas. > > Ini casse baru Pak tapi sangat membantu. > > tapi hal ini benar terjadi ya Pak ? Bukan rumor atau katanya semoga pihak > otoritas segera bisa memikirkan langkah penanganannya. > > > --- In [email protected], "panda" <panda.kuswadi@> wrote: > > > > Waduh apa ada yang keliru ya?? > > > > Menurut saya kok ga ada yang aneh, sy paham yang dimaksud kok, kan memang > > plafon pembelian diberikan lebih besar dari dana cash + portofolio, jika > > kita pake semua plafon pembelian maka T3 ada sejumlah yang harus kita > > bayar, jika tidak maka kena bunga margin dan force sell > > > > Sy juga merasa tidak memanfaatkan kok, jika beli sy harus bayar T3, maka > > jual pun harus kembali cash ke saya T3, jika mengikuti rule sehari setelah > > perintah maka jadi T4 > > Apa ada yang aneh ya?? > > > > Toh sebelum T3 kan belum cair juga ke rek dana investor, jikapun saya > > melakukan sendiri pemindahan dana pas T3 dan tdak konfirmasi shg plafon > > pembelian bisa meningkat dari seharusnya (hanya 1 hari) saya tetap dihadang > > aturan pembelian T3 > > > > Sy juga pernah coba cari tau kenapa saya bisa melakukan via internet > > banking rek dana investor yang telah dikuasakan ke broker, jawabannya > > simple kok, perbankan sepenuhnya mempunyai kewajiban atas rekening nasabah > > walaupun sudah dikuasakan ke pihak lain, rekening itu kan atas nama kita > > sendiri masa iya malah diblok dari empunya > > > > Saya tidak pakai ipot, hanya saja sy tdk bisa beritahu krn saya rasa tidak > > etis jika memang benar ada celah utk dimanfaatkan, krn sy tidak ada niat > > utk itu > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > > Teruuusss...! > > > > -----Original Message----- > > From: Tong Nyang Kong <tongnyangkong@> > > Sender: [email protected] > > Date: Sat, 26 Nov 2011 23:40:37 > > To: [email protected]<[email protected]> > > Reply-To: [email protected] > > Subject: Bls: Bls: [saham] Rekening Investor (Rekening Settlement Investor ) > > > > na loh berarti sudah ada kebocoran sistem dong Pak ? > > > > Kan perhitungan plafon pembelian bapak tentunya berdasarkan dana mengendap > > tersebut plus portofolio ? > > > > eng ing eng... > > > > Bagaimana nih orang KSEI dan perbankan ? Buruan perbaikan setidaknya > > suspend lagi, wkakakaakak... > > > > > > Inilah gunanya kita berdiskusi saling koreksi dan saling menjaga. > > > > > >  > > Salam, > > > > > > ttd. > > > > > > Tong Nyang Kong > > > > > > ________________________________ > > Dari: panda <panda.kuswadi@> > > Kepada: [email protected] > > Dikirim: Sabtu, 26 November 2011 22:14 > > Judul: Re: Bls: [saham] Rekening Investor (Rekening Settlement Investor ) > > > > > >  > > Sepengetahuan saya tetap harus ada konfirmasi atau perintah dari investor > > agar dana bisa masuk ke rekening pribadi > > Tapi broker sekuritas yang saya gunakan kebetulan menggunakan bank yang > > sama dengan salah satu bank pribadi saya, dan kebetulan kedua rekening tsb > > muncul dalam internet banking yang saya gunakan, akhirnya saya coba utk > > pindah dana sendiri, dan ternyata bisa, hehehehe, hanya saja sy tetap punya > > kewajiban konfirmasi atas apa yang saya lakukan > > Ketika saya tanya harusnya tidak boleh, tetap harus konfirmasi terlebih > > dahulu, dan sayangnya dana bisa sampai ke rekening saya minimal satu hari > > setelah masuk ke rekening dana investor, jadi total menjadi T4 > > Tentunya saya agak keberatan dgn hal ini, makanya jika saya lakukan sendiri > > (memindahkan via intenet banking) tetap bisa T3 > > Tapi tentunya saya juga menjalankan kewajiban sy utk konfirmasi stelah > > pemindahan > > Jika memang benar2 dilarang harusnya fasilitas ini tdk terdapat dalam > > internet banking > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > > Teruuusss...! > > ________________________________ > > > > From: Tong Nyang Kong <tongnyangkong@> > > Sender: [email protected] > > Date: Sat, 26 Nov 2011 23:01:04 +0800 (SGT) > > To: [email protected]<[email protected]> > > ReplyTo: [email protected] > > Subject: Bls: [saham] Rekening Investor (Rekening Settlement Investor ) > >  > > Saya bingung saya sudah tanya kemana-mana tapi ngak pernah dapat jawaban > > memuaskan, jika saya tidak mau karena memang tidak pernah mau mengendapkan > > dana di sekuritas meski dibayarkan bunga lebih tinggi pun saya tidak pernah > > mau. Saya selalu menginginkan setiap hasil transaksi (net sell) selalu > > dibayarkan langsung ke rekening Bank atas nama saya. > > > > > > Kalau pemisahan rekening dana dilakukan apakah masih bisa setiap hasil > > transaksi (net sell) langsung dibayarkan kepada saya tanpa harus melewati > > rekening dana investor (tanpa pengajuan permintaan dana) ? Ada banyak > > jawaban yang saya dapatkan diantaranya transaksi tidak dapat di netting > > meski jual lebih dulu entah yang lain. > > > > > > Apakah rekan-rekan sudah mengetahuinya ? Terima kasih. > > > > > >  > > Salam, > > > > > > ttd. > > > > > > Tong Nyang Kong > > > > > > ________________________________ > > Dari: "tradersaham@" <tradersaham@> > > Kepada: [email protected] > > Dikirim: Sabtu, 26 November 2011 20:02 > > Judul: [saham] Rekening Investor (Rekening Settlement Investor ) > > > > > >  > > Ada 3 Nomor Penting :( Semoga Menjelaskan kepada semuanya ) > > > > 1. SID > > 2. Sub rek ( untuk Efek ) > > 3. Rek S Investor ( untuk Dana ) > > > > Jadi nanti kelak bisa cek efek dan dana di website akses ksei > > > > Nomor 3 Harus diisi sendiri dan tanggung jawab pribadi investor bukan > > sekuritas. Memang feb deadlinenya, kalau tidak diperpanjang ksei. Dan jgn > > takut jika satu sekuritas disuspend, setiap sekuritas diminta mempunyai > > kerjasama dengan sekuritas lain sehingga investor bisa melanjutkan > > transaksi mereka. > > http://prediksisahambei.blogspot.com > > ________________________________ > > > > From: "õÄ`Ψâºâ¢" <darmawan_budy@> > > Sender: [email protected] > > Date: Sat, 26 Nov 2011 11:27:24 +0000 > > To: saham saham<[email protected]> > > ReplyTo: [email protected] > > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > >  > > Terkadang susah juga ya pak, bayangkan kalo kita dalam posisi yg punya > > kewajiban,dan sudah pasti akan dipenjara,menurut saya walaupun kita punya > > dana otomatis kita juga tidak akan mau keluarin dananya kalo memang pasti > > di penjara juga...manusiawi kann??malah lebih baik uangnya digunakan untuk > > mengusahakan penurunan hukuman atau bahkan mengurus agar dibebaskan...ada > > yg tau pemilik sarijaya akhirnya di penjara atau tidak? Saya sih uda ngga > > pernah denger lagi tuhhh...jangan2 udah bebas hehehehehe.... > > Best Regards, > > õÄ`ΨâÄα®âαÏαÆâºï£«â¢ > > ________________________________ > > > > From: "hakitrader" <hakitrader@> > > Sender: [email protected] > > Date: Sat, 26 Nov 2011 14:44:08 +0700 > > To: E- SHM<[email protected]> > > ReplyTo: [email protected] > > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > >  > > Ini juga sebabnya koruptor merajalela karena bila dihukum penjara tidak > > usah mengembalikan uang hasil korupsi plus dendanya misalnya 200%. > >  > >  > >  > >  > > -------Original Message------- > >  > > From: adi noe > > Date: 11/26/2011 12:56:00 PM > > To: [email protected] > > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > >   > > Pak haki kalo d indo enaknya abis korup ato pailitin perusahaan, penjara > > rata2 maks 3 taon, tapi kan lumayan omsetnya satuan M. Kerja apa nih 3 taon > > bisa jadi M, kecuali ya itu, kerja d bui. > > > > sent from 3® > > ________________________________ > > > > From: "hakitrader" <hakitrader@> > > Sender: [email protected] > > Date: Sat, 26 Nov 2011 11:04:31 +0700 > > To: E- SHM<[email protected]> > > ReplyTo: [email protected] > > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > >  > > Saya dulu juga nasabahnya Sarijaya, saham saya tidak ada yang hilang > > karena semua terdaftar di KSEI, hanya saja uang cash saya yang hilang Rp. > > 600 ribu lebih, habis take profit / jual 2 lot saham antm. Take Profit ini > > yg menjadi Take Loss. > > Seharusnya Robert Tantular dihukum harus mengembalikan uang nasabah yang > > dimakan plus dendanya bukannya dipenjara lalu tidak perlu mengembalikan > > uang nasabah yg dia makan. > >  > >  > >  > > -------Original Message------- > >  > > From: hliem99@ > > Date: 11/26/2011 10:29:38 AM > > To: [email protected] > > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > >   > > Mungkin yg jadi masalah, dalam teori maupun prosedure. Transaksi di bursa > > aman walaupun proses settlement T+3 tapi ada regulator yg menjamin > > transaksi ini match. Nah kasus sarijaya, transaksi T+3 pun menguap entah > > kemana, jika kondisi seperti ini untuk apa ada bei, ksei, kpei, bapepam. > > Seperti sama saja dengan transaksi two party. Dgn transaksi 3 party (+ > > regulator + fasilitator) tidak ada benefit apa2 malah dipajaki fee. > > Ibarat kata kita bayar premi asuransi tapi tdk ada deliver resiko. > > Regards > > ________________________________ > > > > From: "õÄ`Ψâºâ¢" <darmawan_budy@> > > Sender: [email protected] > > Date: Fri, 25 Nov 2011 23:41:45 +0000 > > To: saham saham<[email protected]> > > ReplyTo: [email protected] > > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > >  > > Kalo kasus sarijaya memang uangnya habis digunakan sama management atau > > pemegang saham sarijayanya....jika anda pemilik sarijaya belum tentu anda > > akan mengembalikan uang nasabah juga, pola pikirnya kan sederhana aja, > > dikembalikan atau tidak dikembalikan juga tetap aja ditangkap, kecuali ada > > option jika tidak dikembalikan, akan dibebaskan, itupun blm tentu > > dikembalikan, tergantung lagi kondisi dananya, apakah masih ada atau memang > > sudah tidak ada (dlm kasus sarijaya, dananya seharusnya tidak ada, krn > > sarijaya mengalami kerugian hingga terpaksa menggunakan dana nasabah) > > sebenarnya gelagatnya itu sdh terlihat di bulan bulan terakhir sblm > > penutupan, saya merasakannya saat mau tarik dana agak > > dipersulit...sebenarnya saat itu saya sudah akan memindahkan porto ke > > sekuritas lain, tp ngga keburu, untung aja sebelum sarijaya disuspen dana > > saya udah saaya belanjain saham tinggal sisa paling 1-2juta aja...jadi > > bersyukur juga deh bisa selamat. > > Best Regards, > > õÄ`ΨâÄα®âαÏαÆâºï£«â¢ > > ________________________________ > > > > From: Sinto Sugiyo <sinto_sugiyo@> > > Sender: [email protected] > > Date: Fri, 25 Nov 2011 23:26:11 +0800 (SGT) > > To: <[email protected]> > > ReplyTo: [email protected] > > Subject: Re: [saham] Pasar Negosiasi > >  > > Pak Ariston yang terhormat...saya kagum atas analisa2 saham Anda...dan > > apakah Anda tau salah satu permasalahan kasus Sarijaya.. > > Sarijaya menurut saya yg jadi misteri..dimanakah uang cash pada waktu saya > > mencairkan uang saya...taruhlah semua nasabah sarijaya 11 ribu org..misal > > uangnya total yg dicairkan 600 M..kerugian gagal serahnya pemiliknya 350 > > M..berarti ada sisa 250 M..seharusnya itu dibagi kembali + asset2nya > > Sarijaya yg dijual, untuk dikembalikan taruh kata setelah dibagi > > proporsinya tinggal 50 % gpp..tapi yang terjadi kan uang itu hilang seperti > > kasus2 yg lain dan yg sengaja menilap juga Anda tau sendiri...ga usah > > disebutkan Anak lulus Sma klo diceritain aja tau otoritas siapa yg ga > > kembalikan uangnya ..trus malah alih alih melindungi dll..Taukah > > Bapak..semisal kita ga demo di Jkt..dengan kencangnya masuk surat kabar dll > > bukannya cari sensasi karena pengennya ya mereka nilap saham2 kita > > sekalian..contohnya sebelum kasus > > Sarijaya..sekuritas apa gitu..sahamnya malah ga dikembalikan..ya memang > > sih kita ga bisa apa2 cuman biar sejarah tau aja sebenarnya..Insya Allah > > uang yg ketilap itu udah diganti berlipat2 oleh Allah..thx. > > > > --- Pada Jum, 25/11/11, Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@> menulis: > > > > > > Dari: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@> > > Judul: Re: [saham] Pasar Negosiasi > > Kepada: [email protected] > > Tanggal: Jumat, 25 November, 2011, 10:13 PM > > > > > >  > > Kasus Sarijaya adalah kasus diluar perkiraan banyak orang. > > > > Belajar dari kasus Sarijaya itulah, makanya otoritas bursa melakukan > > perbaikan2 dari sisi pengontrolan. > > > > Mulai dari KSEI yg mensosialisasikan soal AKSes agar trader/investor bisa > > melakukan kontrol tambahan atas sahamnya dengan menjalankan fungsi > > monitoring. Lalu juga untuk cash nya, sekarang sedang mau dijalan dengan > > dibuatkan segregat account dengan nasabah dibukakan rekening terpisah di > > bank pembayar, sehingga kalau ada apa2 dengan sekuritasnya, dana nasabah > > jadi aman. > > > > Di bursa AS juga banyak kasus2 koq. Seperti contoh terkenalnya adalah kasus > > Enron. Laporan keuangannya bagus, tidak masalah, tiba2 ambruk dan bankrut > > sehingga banyak uang orang hilang karena memiliki saham tersebut. Lalu, > > kasus Lehman Brothers juga sama. Memang sih, cara hilangnya beda, tapi toh > > kerugiannya cenderung diderita oleh trader/investor. Apakah trader/investor > > Enron dan Lehman Brothers bisa > > dapetin duitnya balik akibat kerugian yg dideritanya yg bisa dibilan bukan > > karena kesalahan mereka karena mempercayai laporan keuangan yg telah di > > audit oleh akuntan terkenal? Tidak juga toh? > > > > Saya pribadi sangat prihatin dengan korban2 kasus Sarijaya. Tapi, sulit > > juga kita menuntut otoritas bursa menggantikan uang nasabah Sarijaya yg > > hilang karena fraud dari manajemen/pemilik Sarijaya, sementara dari sisi > > hukum kita tahu otoritas bursa tidak dalam posisi menjamin uang nasabah > > akan aman 100% di sekuritas. Bank Indonesia saja khan juga tidak menjamin > > 100% uang nasabah bank yg ada di suatu bank akan selamat atau utuh toh > > bila pihak manajemen bank nya melakukan fraud? > > > > Menurut saya, kita pribadi perlu lebih care, lebih peduli dengan aset/harta > > kita sendiri. Banyak pilihan yg ada di pasar baik itu bank ataupun > > sekuritas, pilihlah yg menurut anda aman dan nyaman, walau mungkin ada > > biaya yg perlu anda bayar lebih tinggi untuk ketenangan > > tersebut. Misalnya, kalau di bank, anda mendapatkan bunga yg lebih kecil. > > Kalau di sekuritas, anda dikenakan biaya transaksi yang lebih tinggi. Semua > > itu bagi saya adalah harga yg perlu kita bayar untuk mendapatkan > > ketengangan dan kenyamanan aset kita. > > > > Semoga bermanfaat. > > > > jabat erat, > > Irwan Ariston Napitupulu > > > > > > 2011/11/25 <hliem99@> > > > > > > > > > > Terima kasih pak irwan, untuk hal ini sangat jelas proses dan resiko nya, > > dan tindakan apa yg harus dilakukan. Bgmn dgn kasus sarijaya, dijelaskan > > dgn logika? > > Regards > > ________________________________ > > > > From: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@> > > Sender: [email protected] > > Date: Fri, 25 Nov 2011 21:26:31 +0700 > > To: <[email protected]> > > ReplyTo: [email protected] > > Subject: [saham] Pasar Negosiasi > > > >  > > Sekedar pengetahuan saja bagi para trader dan pelaku pasar lainnya, > > di BEI itu mengenal tiga pasar: > > > > 1. Pasar reguler: pasar yg biasanya tempat kita jualan dan beli. > > Penyerahan saham dan pembayaran adalah T+3. > > 2. Pasar tunai: Hanya sesi 1 saja bukanya. Saham harus sudah tersedia > > dan diserahkan hari itu bagi yg jualan. Bagi yg beli, dana sudah harus > > tersedia. Alias transaksi perdagangannya adalah T+0. Biasanya yg > > melakukan transaksi di pasar tunai adalah karena butuh uang cepat, > > atau butuh barang cepat (karena jual melebihi jumlah barang yg > > dimiliki). Perdagangan right juga dilakukan di pasar tunai. > > 3. Pasar negosiasi: Penyerahan saham dan pembayaran bisa antara T+0 > > s.d. T+3, tergantung kesepakatan antara pembeli dan penjual. Harga nya > > pun juga bisa diluar ketentuan fraksi. Misalkan saja, kita bisa jualan > > harga saham di 1111, kalau pasar reguler bisanya di 1110 atau di 1120. > > Pasar negosiasi ini bisa > > dimanfaatkan bagi beli atau jualan dengan > > jumlah odd lot, maupun dengan jumlah block besar, atau bisa juga untuk > > transaksi tutup sendiri dimana dealnya sudah terjadi di luar bursa, > > tinggal menjalankan "balik nama" kepemilikan saham di lantai bursa. > > > > Kira2 itu gambaran singkatnya. Untuk detilnya, bisa dicari > > informasinya lebih jauh. > > > > Semoga bermanfaat. > > > > jabat erat, > > Irwan Ariston Napitupulu > > > > > > > > > >  > >  > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
