Dow fut masih ijo Tebell, +160 Points.

Buy, buy, buy....

Powered by Noel.®

-----Original Message-----
From: sinta sari <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 28 Nov 2011 09:08:56 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Dow Fut dan Regional Ijo Tebel. Inflasi terkendali

It's tme to buy guys....

*Tak Ada Kenaikan Harga Spektakuler, Inflasi November bakal Rendah*

* *

*Detik.com, Jakarta* - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan inflasi
pada bulan November ini tidak akan terlalu tinggi. Berdasarkan data
sepanjang 4 minggu di bulan November, tidak ada harga komoditas yang
menunjukkan kenaikan signifikan.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS,
Djamal saat dihubungi *detikFinance, *Minggu (27/11/2011).

"Jadi dalam rekaman 4 minggu November ini tidak ada yang spektakuler, beras
masih naik harganya 1-2 persen dibandingkan Oktober tapi ini sama dengan
perbandingan harga Oktober terhadap September, cabai merah juga naik
sedikit, yang stabil gula, minyak goreng, yang turun bawang merah, kedelai
jika dibandingkan Oktober, indikasi seperti itu maka inflasi akan flat
saja," ujarnya.

Namun, lanjut Djamal, penentuan inflasi yang terjadi pada setiap bulan
tergantung pula dengan perkembangan harga yang dilaporkan bulanan seperti
harga emas dan beberapa komoditas yang laporan perkembangan harganya setiap
2 minggu. Jika masih menunjukkan penurunan seperti bulan Oktober, maka
potensi terjadinya deflasi masih dimungkinkan.

"Kalau kayak emas dan lain-lain biasa saja, untuk buat deflasi kecil,
kecuali emas turun lagi seperti Oktober, maka bisa (deflasi). Kalau yang
bulanan tidak turun, kemungkinan sulit buat deflasi, kemungkinan inflasi
tapi flat saja," pungkasnya.

Sebelumnya, BPS mencatat deflasi Oktober sebesar
0,12%.<http://finance.detik.com/read/2011/11/01/110823/1757193/4/harga-emas-perhiasan-turun-picu-deflasi-012-selama-oktober>Selama
bulan Oktober terjadi deflasi yang disumbang oleh penurunan sejumlah
harga komoditas, terutama emas perhiasan yang tercatat turun hingga 0,11%.

Barang-barang lain yang juga turun harganya dan menjadi penyumbang deflasi
adalah ikan segar deflasi 0,07%, daging ayam deflasi 0,04%, tarif angkutan
udara deflasi 0,04%

"Secara nasional terjadi deflasi 0,12%," ujar Djamal dalam konferensi pers
di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, awal bulan ini.

Laju inflasi, laju inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2011 sebesar
2,85%, lebih rendah daripada inflasi tahun kalender pada September yang
sebesar 2,97%. Laju inflasi year on year tercatat sebesar 4,42%.

BPS juga mencatat terjadi deflasi pada komponen inti inflasi Oktober 2011
sebesar -0.12%. Inflasi inti year on year sebesar 4,43%.Kemudian, BPS juga
mencatat tarif angkutan udara naik 0,04%, sementara harga ayam ras turun
0,03%, tarif angkutan kota naik 0,02%, harga kentang turun 0,2%, harga
bawang merah turun 0,02%, dan minyak goreng 0,02%.

Kirim email ke