Mempertanyakan urgensi indeks instrumen keuangan sebagai acuan dinamika efek terkait, misalnya indeks saham, bagi para pemula atau 'lessons for dummy' atau pengikut pure fundamental sah-sah saja. Tetapi, kalau sudah senja temaram, ada 'market technician' atau teknikalis yang masih dipusingkan atau diragukan dengan pentingnya indeks, itu adalah kontradiksi yang memprihatinkan sekaligus menggelikan.
Bagaimana bisa peran dan fungsi indeks yang sering disebut sebagai indikator 'broad market' masih dipertanyakan oleh pengguna analisis teknikal ketika basis pembentukan indeks tersebut didasarkan kepada induk ilmu analisis teknikal yang biasa dikenal sebagai Dow Theory. Tidak ada si Charles Dow si empunya Dow Theory sekaligus pendiri indeks pionir dan fenomenal DJIA dan DJTA (Dow Jones Industrial/Transportation Average) maka tidak akan ada analisis teknikal. Dan, pondasi penting teorinya adalah 3/4 saham akan cenderung mengikuti tren yang terpantau melalui pergerakan indeks. Probabilitas ini yang menjadi landasan pentingnya memantau indeks. http://www.equis.com/Customer/Resources/TAAZ/?c=3&p=50 '+' 2011/12/15 saham.us <[email protected]> > ** > > > > - Perlu? > - Tidak? > - Perlu!! > - Tidak!! > - Perrrrlllluuuu!!! > - Tidaaaaakkkkkk!!! > > > http://www.saham.us/index.php/analisa-saham/teknikal/9696-prediksi-indeks-perlukah > > > -- Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
