pertanyaan sederhana dengan adanya upgrade ratting apakah anda berani menambah 
portofolio investasi khususnya big cap dengan kondisi harga saat ini, bukan 
harga setelah koreksi ?

Jika hanya untuk tujuan trading katakanlah 1-2 hari atau 1-2 bulan, saya kira 
kok tanpa upgrade rating pun sudah biasa dilakukan banyak riteler. Masalahnya 
apakah dengan upgrade rating view anda akan berubah bahwa jangka panjang 
katakanlah 1-2 tahun kedepan harga big cap yang anda miliki akan jauh lebih 
baik daripada saat ini ?

Upgrade rating berpengaruh pada harga saham dan bukan hanya pada obligasi, jika 
kita membeli reksadana pasti dalam salah satu item sasaran investasi ada 
disebutkan kwalitas level investasi apakah level sampah, grade A, ataupun 
investment grade dan seterusnya.

--- In [email protected], papa danesh <papa.danesh@...> wrote:
>
> Investment Grade untuk Bonds/Obligasi Negara. Yg beli Bonds kebanyakan
> Institusi, apa hubungannya sama saham? Selain itu dari namanya juga
> Investment Grade, bukan Trading Grade
> On Dec 16, 2011 4:36 PM, "tongnyangkong" <tongnyangkong@...> wrote:
> 
> > **
> >
> >
> > investment grade, lah "akal-akalan" fund manager untuk menguras uang
> > riteler.
> >
> > memang ritel pada bodoh-bodoh kayak jaman dahulu kala.
> >
> > kalau katanya hebat seharusnya bursa Indonesia ditutup paling tinggi di
> > regional nyatanya Bursa Shanghai yang naik 2%, "akal-akalan busuk" para
> > fund manager memanfaatkan lembaga rating dan media.
> >
> > ntar jangka panjang 1-2 tahun baru ngaruh, itupun setelah koreksi dulu.
> > Udah cukup para bandar, asing, dan para fund manager menguras uang riteler.
> > jangan mau lagi diakalin ama mereka, bravo riteler dan masyarakat
> > trader/investor Indonesia.
> >
> > wkwkwkwkwkwkwk
> >
> > --- In [email protected], "saham_us" <iching_prediction@> wrote:
> > >
> > > sektor banking, nga jadi rebound donk next week :)
> > >
> > >
> > > --- In [email protected], positif01 <positif01@> wrote:
> > > >
> > > > Bank US/Europe on the spot....again untuk downgrade lanjutan, setelah
> > Rabu
> > > > kemarin dengan 5 bank turun peringkat, dan IHSG turut merasakan
> > "getah"-nya
> > > > Kamis, dipimpin oleh sektor finansial, di antaranya.
> > > >
> > > > Jelang akhir pekan:
> > > >
> > > > "Speculation is rising that Commerzbank, Germany's second-largest bank,
> > > > might need to be nationalized. Others, such as UBS and Credit
> > Agricole, are
> > > > preparing waves of layoffs."
> > > >
> > > > '+'
> > > > --
> > > > Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
> > > >
> > >
> >
> >  
> >
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke