Untuk kesekian kalinya, sebagaimana sudah mahfum bagi kebanyakan pelaku
pasar global, dalam posisi terjepit setelah dihujani 'downgrade' oleh
lembaga-lembaga pemeringkat kelas duni, baik terhadap 'sovereign'/negara
berdaulatnya maupun korporasinya pada penutupan minggu ini, Eropa kembali
memainkan lagu usang dengan mencoba menyetel dan menyetem nada untuk
perdagangan minggu ini agar tidak terlalu sumbang.

Pelaku pasar global menyebut aksi ini sebagai 'kick the can down the road'
atau menendang kaleng di sepanjang jalan agar orang-orang sekitar tahu
bahwa kalian masih hidup, meski tidak melakukan apa-apa yang berati selain
membuat suara berisik sejenak dengan kaleng yang ditendang.

Apa kaleng yang ditendang sebelum perdagangan bursa global dimulai dari
Asia besok pagi?

Berita yang dirumorkan oleh sejumlah media di Eropa bahwa para Menteri
Keuangan Euro akan melakukan 'conference call' besok sore waktu Indonesia. (
http://www.bloomberg.com/news/2011-12-18/euro-group-ministers-to-hold-conference-call-tomorrow-sole-says.html
)

Catatan bagi pelaku pasar global: Bertemu langsung, tatap muka saja tidak
selesai masalahnya, apalagi cuma lewat 'telpon', untungnya bukan lewat
wartel.:d

Para 'traders' profesional di bursa AS yang begitu kesal dengan cara
European menangani masalahnya mengatakan dengan sinis bahwa "kita susah
payah menggerakkan pasar yang sebenarnya ditopang oleh data perekonomian AS
yang tidak jelek, namun cukup satu kejadian maka semuanya buyar lagi. Apa
itu?...Ketika pejabat tinggi Jerman mulai berkomentar kepada publik.":d

Banyak pelaku pasar profesional di AS yang berharap Eropa bertindak gagah
perwira seperti AS dengan segera menembakkan bazooka-nya ke pasar ketika
pada tahun 2008 mengeluarkan UU yang menjamin integritas pelunasan
aset-aset bermasalah (toxic asset). Ibaratnya seorang pahlawan yang segera
tampil keluar seraya mengatakan kepada para spekulan di pasar, "ini dadaku,
mana dadamu!". Namun, itu hanya harapan dengan Eropa setidaknya hingga saat
ini. Alih-alih menembakkan bazooka-nya, mereka asyik hanya mempertontonkan
saja sambil 'kick the can down the road', dan memilih melakukan pendekatan
akademis untuk situasi yang luar biasa yang membutuhkan tindakan luar biasa
sebagaimana Presiden ECB Mario Draghi katakan.

'+'
-- 
Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo

Kirim email ke