Saya ketika beli dan menjadi leader di satu saham, saya gunakan TA.
Beberapa kawan saya yg juga terkadang sebagai penggerak pasar, mereka juga
pakai TA.
Silakan Pak GM mau percaya atau tidak, itu hak anda :)

Trading itu yg penting bisa dapat cuan, ngga peduli tekniknya mau pakai
apa. Mau pakai rumors, mau pakai news, mau taping, mau TA, mau FA, mau
lempar koin atau hitung kancing, mau duduk disebelah bandar atau orang
bandar, atau apapun2, sah2 saja. Bukan sesuatu yg perlu diperdebatkan mana
yg paling bagus dan tepat untuk digunakan.

Setiap orang bisa punya gayanya sendiri, punya caranya sendiri, punya tools
nya sendiri. Kalau anda ngga cocok pakai TA, mungkin karena anda belum
paham soal TA atau memang TA ngga cocok dengan trading style anda. Jadi,
jangan pernah mengatakan TA tidak bisa digunakan di BEI, hanya karena anda
tidak bisa memakainya. Sudah banyak trader di BEI yg sukses pakai TA dalam
memperkirakan pergerakan harga.

Lebih baik anda rendah hati saja, tidak perlu menyombongkan diri dengan
mengatakan TA tidak bisa digunakan di BEI karena faktanya TA bisa digunakan
dan sudah banyak yg menggunakan. Itu sebabnya Pak Dokter Market ada menulis
kalimat
"Buruk muka cermin dibelah."
Kalimat itu adalah penggalan dari peribahasa yg umum digunakan di
Indonesia. Jadi, Pak doktermarket tidak sedang mengatakan muka anda buruk
parasnya. Bukan itu maksudnya. Tapi lebih kepada, bila kita belum paham
cara menggunakan tools tertentu, janganlah cepat menyalahkan tools tersebut
ngga bener, ngga bisa dipakai. Dan hal tersebut ada dijelaskan di kalimat
doktermarket setelah penggalan peribahasanya tersebut dengan mengatakan,
"Karena tidak bisa menggunakan teknikal maka teknikal disalahkan."

Jadi, ini bukan menjelek2an anda, Pak GM, tapi karena anda sudah lebih dulu
merasa paling tahu tentang TA sehingga berani mengatakan "namanya jg
IHSG...teknikal gak ada efeknya....spekulasi semua alias judi." tentunya
orang2 yg tidak sepaham dengan anda bisa berargumen sebaliknya. Kalau
tulisan anda tidak ingin dikomentari, sebaiknya jangan dikirim ke milis
saham. Kalau di kirim di milis saham, berarti siap untuk dikomentari.

Akan berbeda kalau anda menulisnya sebagai berikut "Tampaknya saya tidak
cocok dengan analisa teknikal, karena sering merugi kalau trading
menggunakan grafik." Nah, kalau anda menulis kalimat seperti ini, maka
tidak akan ada yg komplain. Mungkin malah bersimpati, dan mungkin malah ada
yg mau bantuin mencari dimana letak kesalahan trading Pak GM selama
menggunakan TA.


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/12/23 Gun Mastercuan <[email protected]>

>
>
> kesimpulannya teknikal gak dipakai disini.
>
>   ------------------------------
> *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Friday, December 23, 2011 12:35 PM
> *Subject:* Re: [saham] Saat Trading Yang Paling Enak
>
>
> Pada saat IHSG sideways, itu artinya saham2 BC cenderung sideways juga.
> Pada kondisi ini, bisa trading di BC dengan fokus pada support dan
> resistance. Atau, kalau mau agresif, bisa lirik2 saham non BC alias saham2
> 2nd dan 3rd liner yg market cap nya cenderung tidak besar.
>
> Itulah yg terjadi belakangan ini di BEI, dimana banyak saham2 2nd dan 3rd
> liner yg berterbangan naiknya ngga keruan. Karena saya mengetahui situasi
> ini, maka saya manfaatkan saja situasinya dengan nebeng gelombang besar
> tersebut sehingga bisa dapat untung lumayanlah :)
>
> Jadi, kalau kita trading, pintar2lah baca situasi pasar. Trend nya sedang
> gimana, maka trader pun yg seharusnya adalah trend follower, tinggal ngikut
> maunya pasar saja.  Jadi, ngga peduli Bullish, Bearish, atau Sideways,
> trader tetap bisa survive.
> Trader baru akan mati gaya kalau marketnya sepi alias valuasi perdagangan
> rendah. Kalau kondisinya seperti itu, lebih baik dengerin musik dan nonton
> tivi saja atau jalan2 ke mall :)
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/12/23 Darmanto DLTS <[email protected]>
>
>
>
> IMHO...kAlau di BEJ bisa Shortsell sih mestinya yang paling tidak enak
> trading itu pada saat sideways
>
> 2011/12/23 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
> **
>
>  Berikut ini saya sharingkan pendapat saya berdasarkan pengalaman sehari2
> saja tentang saat yg menurut saya paling enak untuk trading. Kalimat ini
> saya tulis di FB saya pagi tadi. :)
>
> Trading saham itu paling enak dan mudah pada saat market bullish, karena
> kalau beli saham walaupun harganya sudah naik, masih bisa naik lagi. Selain
> pada saat market lagi bullish, yang paling enak lainnya adalah pada saat
> market sideways, karena kita tradingnya jadi lebih mudah karena tahu
> belinya saat harga dekat support dan jualnya saat harga dekat resistance.
> Yang juga tidak kalau menarik dan enaknya adalah trading pada saat market
> bearish. Hal ini karena pada saat market bearish, akan banyak saham2 yg
> harganya sudah jatuh dalam, sehingga kita bisa dapat sinyal beli dari
> grafik justru disaat harga sahamnya dekat2 bottom/low, dan bisa jualan
> ketika sudah mantul lumayan. Kesimpulannya, mau market bullish, sideways,
> atau bearish, tetap asik untuk trading selama tahu cara manfaatinnya. :)
>
> Semoga bermanfaat ya.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke