Terima kasih pak pencerahannya

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "tongnyangkong" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 02 Jan 2012 05:23:21 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: [saham] Saham apes Re: Saham Debes 2011


ada reverse stok, beberapa kali right issue, belum lagi konversi IDR ke USD 
anggaplah kurs saat ini 9000/USD VS saat itu 2500/USD, lihatnya saja udah mumet.

begimana mau balik Pak, belum lagi kalau right issue ada dana sehingga tidak 
terdulusi.

kalau cuma lihat dari 650 sih sederhana harga sekarang kan masih tinggi, tapi 
tahunya harga sudah direverse dan right issue.

note : terakhir itu righ issue Pak bukan stok split, right issue dan stock 
split berbeda 180 derajat, right issue "minta" setoran dana, kalau split tidak 
ada perubahan dana yg berbeda jumlah saham bertambah sesuai rasio.

BBNI sebelum krisis 1997 adalah emiten perbankan papan atas yg tercatat di BEI. 
Kalau tidak salah ingat BBNI adalah Bank terbesar di Indonesia saat itu bersama 
BBRI dan BBCA cuma bedanya yg 2 tersebut belum tercatat di BEI.

jangan pernah bilang mau invest di pasar modal kalau harga sahamnya sudah naik 
berkali lipat dalam beberapa tahun terakhir, tidak semua saham bisa spt UNVR 
dan HMSP yang tumbuh sepanjang masa (tetapi saya tidak bilang beli UNVR atau 
HMSP yah, hanya contoh saja dan tidak ada jaminan kedepan mereka berdua tetap 
akan naik seperti selama ini).


--- In [email protected], bluehealthnow@... wrote:
>
> Pak mohon pencerahan.    
> Harga bbni sekarang rp. 3.875, sdh stock split januari 2011. Thn 1997 bilang 
> rp.650 berarti sdh naik banyak. Perhitungannya gmn, sampai dibilang harga 
> rp.650 belum kembali.
> Terima kasih pak.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> -----Original Message-----
> From: "tongnyangkong" <tongnyangkong@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 02 Jan 2012 03:59:22 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Bls: [saham] Saham apes Re: Saham Debes 2011
> 
> kalau cuma dilihat dari konversi saham ke valuta asing sih memang, cuma 
> menjadi masalah apakah pelemahan berlanjut ? apakah pelemahan berlanjut 
> mempengaruhi emiten dan Indonesia ? Bukankah 1997 yang terjadi adalah 
> kejatuhan IDR, kok harga saham ikut rusak begitupun yang terjadi pada 2008.
> 
> Memang yang sudah terjadi dan kita lihat saat ini adalah harga akan meningkat 
> kembali setelah kejatuhan, menjadi pertanyaan apakah semua saham yg kita 
> miliki saat ini akan kembali pada masa akan datang ? apakah saham yang kita 
> miliki saat ini tetap menjadi saham favorite pada masa akan datang ?
> 
> sampai hari ini Bursa dan petinggi pasar modal boleh berbangga keberhasilan 
> pencapaian IHSG tetapi betapa masih begitu banyak pemilik saham katakanlah 
> saham BBNI yang katanya kinerja sedang membaik saja harga saham mereka yang 
> membeli ketika sebelum krisis 1997 belum kembali. Saya masih ingat saya dulu 
> pernah membeli BBNI di harga 650, kalau dulu tidak di cut loss, nyimpan 
> sampai hari ini pun belum kembali.
> 
> Apakah kita mau bertarung pada harga ? Saya sendiri tidak pingin, saya lebih 
> senang bertarung saat mereka sudah lemas duluan, ambil contoh sejeleknya PNLF 
> yang dbilang down tren bla...bla...bla... sampai hari ini masih bisa 
> memberikan keuntungan.
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Jim SH" <ken_sh1n@> wrote:
> >
> > Pak Tong, kalau IDR melemah kan artinya harga saham jadi lebih murah untuk 
> > asing?
> > 
> > Bukan hrg jadi lebih mahal?
> > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Lemot 
> > Teruuusss...!
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: "tongnyangkong" <tongnyangkong@>
> > Sender: [email protected]
> > Date: Mon, 02 Jan 2012 03:46:36 
> > To: <[email protected]>
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: Bls: [saham] Saham apes Re: Saham Debes 2011
> > 
> > karna tahun baru ini makanya 3 bulan lalu kembali ke pasar modal, 
> > sebelumnya awal tahun 2010 juga sudah bersih tidak punya saham. tapi tahun 
> > baru ini sudah tidak minat untuk saham, menurut saya pasti lebih banyak 
> > "air mata" di pasar modal kalau mau tetap di pasar modal pada tahun ini 
> > (bisa benar dan salah) tetapi saya sangat tidak minat ngurusin saham untuk 
> > tahun ini.
> > 
> > satu hal menurut kaca mata investasi saya termasuk ilmu TA yang saya 
> > kuasai, pasar sudah jenuh dan cendrung jatuh. Saya berharap setidaknya 
> > pelaku pasar diberikan nafas dulu pada awal Januari ini jelang Imlek, 
> > setidaknya ada nafas jika ingin membantai pelaku pasar, tetapi siapakah 
> > yang begitu berhati mulia ? saya tidak tahu.
> > 
> > kedua, resiko pelemahan kurs IDR pada tahun ini sangat besar. salah satunya 
> > sell on news upgrade rating. Fund dan investor tidak bodoh mau berinvestasi 
> > pada harga yang sudah naik dan tinggi, lagipun soal bunga seperti yang 
> > dikatakan lebih murah karena investment grade menurut saya kurang tepat krn 
> > faktor utama suku bunga adalah inflasi dan kurs ditambah suku bunga di 
> > pasar. Faktor upgrade rating sepertinya bukan yang utama. Selama harga jual 
> > BBM di dalam negri masih diatur pemerintah maka selama itu resiko gejolak 
> > inflasi akan tetap menjadi bom waktu.
> > 
> > intinya saya tidak mungkin menunggu seperti investor di India ketika harga 
> > sudah jatuh dan berdarah baru bertindak, saya lebih suka bertindak 
> > menyelamatkan diri lebih dahulu meski ada resiko salah memperkirakan, itu 
> > sudah nasib.
> > 
> > itu saja dulu pandangan saya, terserah orang lain mau bermimpi indah atau 
> > mimpi indahnya menjadi kenyataan, itu sudah rejeki beliau.
> > 
> > 
> > --- In [email protected], bluehealthnow@ wrote:
> > >
> > > Pak Tongnyangkong, kok gitu nggak mau ngurus saham lagi, harusnya tahun 
> > > baru, semangat baru, target baru asal jgn istri baru he he he...
> > > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> > > 
> > > -----Original Message-----
> > > From: "tongnyangkong" <tongnyangkong@>
> > > Sender: [email protected]
> > > Date: Mon, 02 Jan 2012 03:09:07 
> > > To: <[email protected]>
> > > Reply-To: [email protected]
> > > Subject: Bls: [saham] Saham apes Re: Saham Debes 2011
> > > 
> > > PNLF kelebihan beli saya sudah nyicil jualan,
> > > 
> > > rencana awal tidak mau terlalu banyak tetapi terus diguyur sampai mumet, 
> > > tp okelah akhirnya jadi untung juga. Sekarang posisi di PNLF cuma tinggal 
> > > 50%, mau guyur atau naik silakan saja, sejak awal sudah siap mental. tapi 
> > > hanya minat mau pegang sedikit saja. Sementara sudah tak berminat 
> > > ngurusin saham apapun lagi, mau istirahat total.
> > > 
> > > --- In [email protected], "aryo" <aryopurbo@> wrote:
> > > >
> > > > Kok pak TNK aj yg didoain. Amin.
> > > > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> > > > 
> > > > -----Original Message-----
> > > > From: Rudi Et <et.rudi@>
> > > > Sender: [email protected]
> > > > Date: Sat, 31 Dec 2011 15:14:06 
> > > > To: [email protected]<[email protected]>; 
> > > > tongnyangkong@<tongnyangkong@>
> > > > Reply-To: [email protected]
> > > > Subject: Bls: [saham] Saham apes Re: Saham Debes 2011
> > > > 
> > > > Mudah2an pnlf nanti berkenan memberi pajero sport untuk Pak Tong 
> > > > ditahun ini. Sudah mulai bergerak PNLF nya.
> > > >
> > >
> >
>



Kirim email ke