saya tidak ada opini dan tidak beropini soal ini, cuma kebetulan kemarin ada sempat nulis soal BBNI yg belum balik modal ketika beli sebelum krisis meletus di Indonesia pd 1997 lalu saja, juga perlu ditambahkan harga belum diadjust dengan selisih kurs dan inflasi/suku bunga.
--- In [email protected], jeandy89@... wrote: > > Bukannya kita juga harus lihat pertumbuhannya??? > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: "tongnyangkong" tongnyangkong@... > Sender: [email protected] > Date: Thu, 05 Jan 2012 04:38:27 > To: [email protected] > Reply-To: [email protected] > Subject: [saham] Sejarah Pencatatan saham BBNI > > Sejarah Pencatatan saham BBNI > > IPO tahun 1995 @ Rp 850 > > PUT I tahun 1999 seharga Rp 347,58 rasio 1:35 (OS:NS) > > Reverse Split tahun 2002/2003 15:1 > > PUT II tahun 2007 seharga Rp 2025,- rasio 20:3 > > PUT III tahun 2010 seharga Rp 3100 rasio 500.000 : 110.473 > > > Menurut perhitungan saya jika membeli dari IPO dan asumsi mengikuti seluruh aksi korporasi maka harga modal saham menjadi Rp 4.640 > > note : tidak termasuk deviden cash diterima and no opinion. > > > > (850 + (35x347,58)) / 36 = 361,5361 > 361,5361 x 15 = 5.423,0415 > ((5423,0415 x 20) + ( 3x2025)) / 23 = 4979,8187 > ((4979,8187x500.000) + (110.473x3100)) / 610.473 = 4639,6411 >
