Ikutan nimbrung ya :) Pada awalnya saya terinspirasi dengan buku-buku dari
Ed Thorp, dan juga film mengenai card counter dari MIT, judulnya 21. Namun
semakin saya membaca jurnal-jurnal dari MIT, terutama dari Prof. Andrew Lo,
akhirnya saya mengambil kesimpulan, terdapat perbedaan mendasar antara
blackjack dengan bursa saham. Dalam blackjack, kartu adalah statis, namun
acak, dalam bursa, manusia dinamis, dan acak juga. Menggunakan strategi
blackjack di bursa hanya akan berhasil apabila pasar selalu bergerak ke
arah efisiensi. Namun kenyataannya, kondisi yang bergeser dari
kesetimbangan yang diperkirakan adalah umum terjadi di bursa. Manusia
bukanlah atom, sehingga menghitung pergerakan bintang lebih mudah,
dibanding memperkirakan "kegilaan" manusia. Teori fisika dapat
memperkirakan pergerakan atom, namun bisa bahaya jika diterapkan
mentah-mentah dalam teori pasar modal, sebagaimana diungkapkan Prof. Andrew
Lo: Physics envy may be hazardous to your wealth :)

Ed Thorpe adalah godfather of quants, jika tertarik untuk mengetahui
ceritanya, dapat dibaca di buku karangan Scott Patterson, reporter WSJ,
judulnya The Quants - How a New breed of Math Wizzes Conquered Wall Street
and Nearly Destroyed It.

Salam,

BK Wibowo

Pada 20 Januari 2012 20:33, saham_us <[email protected]> menulis:

> **
>
>
> yg ini kali...
>
> Beat the Market: A Scientific Stock Market System
>
>
> --- In [email protected], papa danesh <papa.danesh@...> wrote:
> >
> > Kalau buat saham, nama bukunya apa?
> > On Jan 20, 2012 5:30 PM, "Irwan Ariston Napitupulu" <irwanariston@...>
> > wrote:
> >
> > > **
>
> > >
> > >
> > > Saya ambil dari status FB saya hari ini (ada banyak status yg saya
> > > tuliskan di FB saya hari ini). Semoga bermanfaat dan bisa memberikan
> > > inpirasi ya :)
> > >
> > > ---
> > > Sekitar 13-15 tahun yang lalu saya pernah membeli buku berjudul "Beat
> > > the Dealer: A Winning Strategy for the Game of Twenty-One." Buku ini
> > > karangan Edward O. Thorp, seorang profesor matematika, jagoan dalam
> > > perhitungan teori probabilita. Mendapat gelar PhD dari UCLA tahun
> > > 1958, dan bekerja di MIT sebagai profesor matematika tahun 1959-1961.
> > > Menjadi profesor matematika di universitas lain dari tahun 1961-1977.
> > > Dan menjadi profesor matematika dan finance dari tahun 1977-1982.
> > >
> > > Thorp membuat teori perhitungan probabilita pada permainan blackjack,
> > > terinspirasi oleh Kelly Criterion/Kelly Strategy/Kelly Formula, yaitu
> > > suatu rumusan algoritma untuk memaksimumkan uang yg akan
> > > diinvestasikan atau dipertaruhkan dalam kondisi probabilita tertentu.
> > > Kelly criterion ini belakangan menjadi bagian dari teori investasi
> > > garis utama yg salah satu pemakainya adalah Warren Buffett. Warren
> > > Buffett bertemu dengan Thorp pertama kali tahun 1968. Kembali ke soal
> > > blackjack, singkat cerita setelah Thorp menemukan teori probabilita
> > > yang bisa mengalahkan dealer dalam permainan blackjack, lalu dia
> > > mengujinya di tiga kasino. Hasilnya, dia menang. Sejak saat itu, Las
> > > Vegas merubah aturan permainan blackjack menjadi lebih dari single
> > > deck atau disebut multi deck, sementara untuk single deck ada aturan2
> > > lainnya yg dirubah agar total probabilita kemenangan lebih berpihak
> > > kepada dealer (kasino).
> > >
> > > Di dunia investasi/saham, Thorp juga menggunakan teori probabilita dan
> > > statistik, dan dia juga mengelola hedge fund. Tingkat kinerjanya atau
> > > keuntungan rata2nya adalah 20% per tahun selama 28.5 tahun, yg kalau
> > > saya bantukan totalnya adalah 17.957% dalam 28,5 tahun atau hampir 18
> > > ribu persen dalam 28,5 tahun.
> > >
> > > Poin utama yg ingin saya sampaikan disini adalah menguasai teori
> > > probabilita dan statistik, akan banyak membantu kita dalam banyak hal
> > > kehidupan.
> > > ---
> > >
> > > jabat erat,
> > > Irwan Ariston Napitupulu
> > >
> > >
> >
>
>  
>

Kirim email ke