I
-----Original Message-----
From: sem susilo <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 29 Jan 2012 01:36:05 
To: [email protected]<[email protected]>; saham 
yahoogroups<[email protected]>; amibroker-4-bei 
yohoogroups<[email protected]>; Milis Asosiasi Analisis Teknikal 
Indonesia<[email protected]>; investium 
group<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Re: SMGR KRAS KKGI

http://jaringnews.com/channel/read?name=ekonomi&category=umum&id=8955&t=wow-the-economist-nobatkan-ri-negara-paling-kokoh-di-dunia-untuk-hadapi-krisis- 


LONDON, Jaringnews.com - Ini berita istimewa. Menurut majalah The 
Economist terbaru, Indonesia bersama Arab Saudi dan China merupakan negara yang 
paling ampuh ‘senjata’ kebijakan fiskal dan moneternya dalam mendongkrak 
permintaan domestiknya. Dengan begitu, diantara seluruh negara-negara yang 
sedang bangkit (emerging market) di dunia, Indonesia paling aman dari ancaman 
krisis global dan paling punya ruang yang luas untuk bermanuver bila ancaman 
krisis tersebut terjadi.
 
Sebelum ini, baik IMF mau pun Bank Dunia memperingatkan, bila krisis zona euro 
memburuk, resesi dunia yang lebih dalam akan tiba. Dan negara-negara yang 
sedang bangkit akan terkena dampaknya lewat merosotnya ekspor dan mengeringnya 
aliran dana masuk.
 
Namun, menurut The Economist, Indonesia termasuk yang paling punya amunisi 
menghadapi ancaman krisis tersebut. Dalam skala 0-100 (dimana angka 100 
menunjukkan minimnya keluwesan kebijakan fiskal dan moneter), Indonesia berada 
di peringkat paling puncak, mengatasi China yang mempunyai cadangan devisa US$ 
3,2 triliun tahun lalu dan hanya kalah oleh negara minyak Arab Saudi.
 
“Indeks ini menunjukkan China, Indonesia dan Arab Saudi merupakan negara yang 
paling punya ruang (kebijakan fiskal dan moneter) untuk mendukung pertumbuhan. 
Sementara di ekstrim yang lain, Mesir, India dan Polandia paling terbatas 
ruangnya untuk memberi stimulus, karena pinjaman pemerintahnya yang berlebihan, 
defisit transaksi berjalan yang membengkak dan inflasi yang tinggi,” tulis The 
Economist, majalah yang jadi acuan para ekonom dan pengambil keputusan dunia.
 
Menurut The Economist, peringkat yang mereka susun ini memberikan gambaran 
negara-negara mana yang perekonomiannya terbaik dalam menahan penurunan 
pertumbuhan akibat krisis global.
 
“Brazil juga berada di lampu merah. Sangat disayangkan, sejumlah negara yang 
ekonominya besar dengan pertumbuhan yang melambat dengan cepat belakangan ini, 
semisal Brazil dan India, hanya punya ruang kebijakan yang kecil untuk  
meningkatkan pertumbuhan dibanding China, yang sebetulnya tak 
terlalu urgent lagi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya,” imbuh The 
Economist. 




@sahampemenang




________________________________

Kirim email ke